Live on Board: Pulau Komodo dkk #day1

Ulala ~
Aku tak sabar ingin berbagi pengalaman menjelajah laut Flores baruuu saja. Baru kemarin balik ke Bali pokoknya. Dan kesanku ttg perjalanan ini adalah, harus lebih sering2 mengexplore alam Indonesia selagi muda!

Jadi, pada suatu pagi yg cerah di tgl 12 September 2014, 4 cewek cuti (cieh cuti) 2 hari dari kampus dan 2 cowok merelakan yudisium. Semuanya demi bertemu si kadal besar, komodo dragon ♡

Kami ber6 naik pesawat TransNusa dari Bali. Pesawatnya kecil gitu, baling2 bambu. Kayak pesawat Lion Makassar - Kendari kalo aku mudik.



Setelah perjalanan yg nyaman (karena bersandar di bahu koko Alan, fufufu) selama kurang lebih 1,5 jam, akhirnya kami tiba di Bandar Udara Komodo - Labuan Bajo. Uyeahhh!

Langsung foto2 di depan tulisan bandar udara komodo, pergi mengambil bagasi dan nyarter mobil. Oh iya, dlm perjalanan kali ini tidak sedikitpun aku mengeluarkan kamera krn semua teman2 yg ikut doyan foto2. Ada yg bawa DSLR, gopro, samsung s5. Yah pokoke aku tinggal bergaya, kadang2 motoin, ngirim ke hp sendiri pake bluetooth, dan share. Nikmat sekali :9

Oke! Tujuan pertama adalah bertemu Om Nuardi.
Om ini adalah kapten kapal tempat kami akan hidup selama 3 hari di atas kapalnya. Iya, perjalanan kali ini adalah pengalaman pertama kami Live on Board ♡

Pak Nuardi dan 2 orang ABK nya udah siap di kapal yg nongkrong rapi di pelabuhan. Kami pun mengangkut semua barang2 ke dalam kapal dan siap mengarungi lautan Flores!



Nah nah, perhentian pertama kapal adalah Pulau Kelor. Pulau ini berpasir putih dan ada bukitnya. Kami disuruh naik ke bukit dan ternyata itu susah! Treknya gak terlalu panjang sih, tapi curamnya itu lumayan bikin stres. Apalagi berpasir. Apalagi aku manja. Argh

Eh tapi ternyata begitu sampai di atas... terbayar bangett nget nget! *biarkan foto berbicara*
Ah gak rugi pokoke celanaku mengepel bukit selama turunan.



Kecenya om nuardi, mengerti banget perasaan konsumen yg lelah lemah tak berdaya. Begitu kami balik ke kapal, udah tersedia aja makan siang prasmanan ala Om Nuardi. Walaupun tampang preman, jangan salah, om nuardi hatinya amat baik dan terlebih jago masak :9 #setidaknyalebihjagodarisaya #tapiemangenakkok #votenuardi



Sambil menikmati hasil karya Om Noah (panggilan gaulnya), kami berlayar menuju Pulau Rinca! Ah ada apa di Rinca? Ah ternyata ada komodo :D

Di pulau ini konon katanya komodo lebih mudah dilihat daripada yg di Pulau Komodo itu sendiri. Pokoke komodonya lebih ramah2 =D



Bersama 2 orang om rangers (pemandu wisata komodo, pawang komodo), kami trekking lagi utk melihat2 Varanus komodoensis. Pertama kali kami menemui dragon lizard ini di bawah dapur orang, ada dua ekor, berbaring (atau duduk? Bertengger? Melata? Apalah istilahnya) dengan manisnya. Mereka diam membisu.

Kami pun foto bareng sama si komo. Lumayan deg degan juga karena dia mulai menggerak2an mata dan kepalanya ke arah kami. Seperti menimbang2 apakah kami cukup lezat untuknya.



Oh iya, fakta komodo dari om ranger, komodo tidak terlalu bereaksi terhadap suara, tapi lebih ke gerakan yg cepat (misalnya kalo kita lari), darah (yg mens jangan coba2 datang), dan warna (terutama merah sama ijo muda terang dan kebetulan sama kayak baju yg aku pake hiiiy)

Sama om ranger, kami juga diajakin ke sarang komodo, melihat emak komodo sedang menjaga telur2nya yg disembunyiin di dalam tanah. Walaupun sekarang menjaga, tapi nanti saat telurnya menetas, emaknya bisa langsung memangsa anaknya. Begitulah si komo. Cantik cantik tapi kanibal.

Selanjutnya kami pergi mendaki bukit yg indah yang kami namakan: Tanjakan Cinta ala Flores! (di Semeru ada Tanjakan Cinta yg sebenarnya, tapi percayalah versi Flores ini juga gak kalah kece).





Dan di balik bukit itu ada ulala! Pemandangan yang oke bingits dari atas tebing, menatap pulau2 yg banyak bingits. Ah, alam Indonesia memang te o pe bingits! #apalagibersamakoko #danteman2kece #komplit!



Dan kami pun kembali ke kapal dg puas dan bahagia lalala~
Eh sampe di kapal udah disambut pisang goreng dan jus pisang segar dari pak Nuardi. Kurang baik apa Tuhan =))

Tujuan selanjutnya adalah Pulau Kalong. Sesuai namanya, di pulau ini banyak kalong aka kelelawar aka paniki. Kalo datang sekitar jam 17.30, katanya bisa lihat kelelawar dalam jumlah besar, membubung ke langit, membentuk formasi, dan pergi dengan cantiknya. Tapi sayang kami kemaleman :( #gara2orangindonesia #orangindonesiakebanyakanfoto2 #jadimolordehapa2.

Akhirnya kami cuma numpang menjangkar kapal, makan malam, dan bobok cakep. Indahnya kehidupan ini membuat kami semua naik berat badan. Tapi tak apalah. #iloveindonesia #iloveflores #ilovemasakanpaknuardi

Okee sekian untuk cerita menjelajah laut Flores day 1. Oh iya, satu tips, siapkan kartu Telkomsel yg berpulsa karena hanya Telkomsel lah yg punya jaringan. #promosisukarela #gakdibayar

Bersambung :)

You May Also Like

2 komentar