Pages

Wednesday, May 15, 2013

Beautiful Karangasem -day 2

I'm back!
Nah, di hari kedua Karangasem Trip, saya dan Mira akan melaksanakan misi mulia: snorkeling di Amed! Niatnya sebelum snorkeling kami mau sarapan dulu, dan sebelum sarapan mau menikmati sunrise dulu, namun seperti biasa godaan untuk melanjutkan tidur jauh lebih kuat. Wes, sunrise diskip~

suasana kamar yang bikin malas bangun~
Untuk sarapan, Manis Homestay memberi kami pilihan: banana pancake (menu wajib homestay-homestay kayaknya ya) atau mie goreng. Hmm, both please :)



Selagi makan, kami diminta menuliskan kesan dan pesan untuk Manis Homestay di buku tamunya.
Eh ternyata dari ratusan orang yang pernah menginap di sana, pengunjung yang orang Indonesia itu bisa dihitung jari. Hmm, padahal kita di Indonesia loh ya.. *guess why*



Puas menikmati sarapan pagi murah berkualitas, kami diantar ke pinggir pantai. Di sana boat yang akan membawa kami mengarungi lautan sudah menunggu, lengkap dengan bapak nahkoda :)

pemandangan ini kayak ngomong "are you ready?"


Hmm mungkin ada 20-30 menitan kami menelesuri pantai sampai tiba di spot pertama, Javanese Wreck. Kapal karam yang beken di situ berjarak sekitar 15 meter dari bibir pantai. Entah kapan kapal itu tenggelam, tapi sekarang udah banyak ditumbuhi coral. Cantik deh :)
Dan untunglah kami juga membawa roti, jadi begitu kami menaburkah remah-remah roti di sana, wuih, ikan-ikan beraneka ragam segera menyerbu kami. Makin banyak roti, makin banyak ikan yang datang. Serasa berenang di akuarium! Sayang sekali belum punya underwater camera...

Spot kedua apa ya namanya, duh lupa. Sebetulnya yang ini justru favorit saya karena lebih dangkal, jadi keindahan karangnya lebih nendang. Tapi ikannya kurang sih di sini..

Dan spot ketiga namanya Jemeluk. Ini juga dari boat pun udah kelihatan cantiknya alam di bawah sana. Sayang sekali saya gak turun karena udah telanjur pake pampers *ups (kasian banget cewek datang bulan bela-belain snorkeling).



Kami kembali ke daratan setelah 4 jam yang mengasyikkan di laut. Dilanjutkan dengan berpacking-ria dan pamitan sama semua kru Manis Homestay :')
Eh, ceritanya belum selesai. Di perjalanan, kami menemukan jalan ke Virgin Beach yang terkenal keren dan virgin itu! Jalan yang harus ditempuh untuk sampai kesana, hmm lumayan jelek. Bahkan boleh dikatakan medan paling buruk yang pernah saya tempuh selama setahun punya motor (masih anak bawang, hehe).

Kesan pertama saya ketika tiba di White Sand Beach (nama lainnya), haloo ini bagian mananya ya yang katanya perawan? Gak ada bedanya sama Dreamland sih, penuh turis. Tapi memang pantainya keren. Gradasi warna lautnya itu loh bikin takjub..


Gak virgin, udah terjamah..

Aah, akhirnya satu lagi acara jalan-jalan berakhir deh. Biar kuat memacu Lady si Skupi Unyu sampai ke Denpasar, saya dan Mira ngecharge energi di Depot Primadona yang nemu di pinggir jalan. Eh, mie ayam sama sotonya mantap juga. Banyak, lagi. Yeah! :D


Thursday, May 9, 2013

Beautiful Karangasem -day 1

Kata orang, wisata bawah laut nomor satu di Bali dipegang oleh Pulau Menjangan, diikuti Amed-Karangasem, dan yang ketiga adalah Nusa Lembongan.

Karena snorkeling di Nusa Lembongan udah pernah (cek http://febrinasilalahi-piakacangitem.blogspot.com/2012/12/1st-time-solo-traveler.html), jadi penasaran juga sama Amed dan Menjangan. Nusa Lembongan aja keren, kira-kira mereka sekeren apa yaa? *mupeng*

Kalo ke Menjangan, selain lokasinya jauh (4-5 jam) juga membutuhkan banyak massa (nyewa boat 330ribu, exclude perlengkapan snorkeling). Jadi pilihan pun jatuh ke Amed yang bisa ditempuh sekitar 2-3 jam dari Denpasar. Selain itu, keuntungan main ke Karangasem bisa sekalian menjelajahi tempat-tempat wisata yang lain :)

Tanggal 20 April siang-siang bolong saya dan Mira berangkat bareng Lady (masih inget 'kan sama skupi saya?). Kenalkan juga, Mira travel partner saya kali ini (http://miranandakurnianta.blogspot.com/). Dia adalah anak fisip yang 2 tahun lalu saya kenal saat ospek universitas. Kesukaan kami berdua akan jalan-jalan membuat kami travel bareng ke Karangasem. Oh iya, dia juga Putri Pariwisata Banyuwangi loh ;)

2 jam perjalanan dari Denpasar, kami tiba di Taman Ujung-Karangasem. Tempat ini juga biasa disebut Water Palace. Untuk masuk ke sana kami dikenakan 5 ribu rupiah.






Waktu itu di sana sedang ada syuting apa kaden gitu, yang kalau ditinjau dari tampang pemeran dan kostumnya kayaknya sih sinetron alay :p. Sayangnya, mereka berdiam di spot-spot bagus buat foto-foto and you know what it means...

Dari Taman Ujung kami menuju Tirta Gangga. Hmm seingat saya jarak di antaranya sekitar setengah jam bermotor gitu. Untuk masuk kesana dikenakan 5 ribu perorang juga kalo gak salah...


Banyak ikan di kolam Tirta Gangga :D



Tiba-tiba aja hari udah sore dan kami harus kembali melanjutkan perjalanan (Tirta Gangga-Amed 30 menitan). Memasuki Amed, mata kami dimanjakan dengan pemandangan bukit-bukit dan persawahan yang menurut saya termasuk kategori cantik banget dan bikin nostalgia sama gambar yang sering saya buat waktu kecil :"
Niat hati ingin mengabadikan lewat video, tapi gak rela mata saya gak menyaksikan langsung~

Beberapa hari sebelum hari H, kami juga udah browsing penginapan di Amed. Dari review pengunjung, Manis Homestay kedengarannya menarik. Setelah acara nego-nego via sms, kami mem-booked satu kamar semalam dengan tarif 120 ribu udah include breakfast.
Dan ternyata Manis Homestay lebih bagus dari ekspektasi ;)


Mereka memiliki 3 kamar dan karena saat itu low season, kami satu-satunya pengunjung


Kayaknya lagi musim ya kamar mandi tanpa atap~
Bu Manis, pemilik homestay ini, dan anak-anaknya amat sangat ramah dan selalu berusaha agar kami merasa nyaman. Aduh beruntung banget dah nemu homestay ini ;)
PS: kalo high-season, harganya bisa 300ribu-an.

Malamnya, kami memutuskan untuk survey agen snorkeling. Setelah muter-muter kesana-kemari, akhirnya tetap mengambil tawaran awal dari Manis Homestay yang udah termasuk: boat, guide, perlengkapan snorkeling+life jacket (yes, i CAN'T swim) dengan total 250 ribu untuk berdua. Kami juga dijanjikan best snorkeling spots di Amed. Lalala~

Setelah urusan gimana-besok-snorkeling selesai, saya dan Mira jalan-jalan sambil nyari makan malam. Suasana malam di Amed agak sepi (mungkin karena low-season ya) dan remang-remang karena gak ada lampu jalan.

Tentang tempat makan, yang paling banyak ya warung-warung bule gitu (warung yang harganya gak warung dan menu ala bule). Karena Mira punya target dapat kenalan orang asing selama perjalanan, kami pun nyari warung yang paling rame turis. Hm, tapi gak ada yang rame banget sih...

Warung yang dikelola seorang ibu merangkap koki dan suaminya yang polisi merangkap waiter. How sweet!
Mira dan dua gelas lassie yang lembut dan enakk rekomendasi bu koki
Masakannya mantap, tapi penyajiannya lama (wajar sih soalnya bu koki hanya seorang)
Kami pengunjung yang bertahan paling akhir~
Itu dia resume perjalanan kami di hari pertama. Masih akan ada lanjutannya :D
To be continued~

Saturday, May 4, 2013

Mahasiswa mudik -part kuliner

Saya mulai doyan berwisata kuliner sebenarnya setelah tinggal jauh dari rumah. Kalau tinggal di rumah, ya makan makanan rumah wae, wong di rumah juga enak :D

Paling jajan di luar sesekali lah untuk mencoba something new atau menu wajib mingguan. Eh emang ada menu wajib mingguan? Kalo di keluarga saya itu ada, setiap hari minggu, sepulang gereja.
Pilihan di daerah kami memang gak banyak dan salah satu yang paling sering kami kunjungi adalah Warung Sop Paru Goreng (sebenarnya saya gak inget sih nama tempatnya, tapi menu paling oke di sana ya itu tadi) :9

Sop Paru legendaris!
Sop Saudara juga ada ~
Bersebelahan dengan rumah saya, ada tempat nongkrong ber-wifi gitu. Terakhir kali liburan, saya dan adik rajin banget nyetor diri kesana. Tinggal mesen pisang goreng dan segelas es-apa-aja, kami pun betah internetan berjam-jam :)



Kalau mau ke kota, pilihannya memang lebih banyak. Cuma kalau gak ada keperluan, males juga sih menempuh puluhan kilometer demi kuliner doang. Oh iya, untuk mereka yang baru pertama kali ke Kendari, agak disarankan untuk nyobain menu Sinonggi. Itu makanan dari sagu yang khas sini banget. Saya sih suka, tapi gak bisa saya ulas karena terakhir kali makan itu saya belum punya kamera hahaha.

Kendari juga udah lumayan maju lah. Udah punya beberapa mal juga (walaupun mungil-mungil). Setahun terakhir juga udah nambah XO Suki, Solaria, Pizza Hut ~




Sensasi Delight dengan adik ~
ketika topping lebih banyak dari es-nya ~