Pages

Wednesday, April 24, 2013

Mahasiswa mudik -part otw

Walaupun saya sebenarnya berasal dari Konawe, kalau ditanya sama orang luar Sulawesi saya pasti bilangnya dari Kendari. Soalnya nama Kendari aja orang sering gak ngeh, apalagi Konawe (hiks). Jadi saya jawabnya yang gampang dicerna aja...

Libur Galungan lalu (yang hanya ada di Bali yeah), karena punya waktu sekitar 10 hari saya pun mudik ke kampung halaman. Akhir-akhir ini kalau ke Kendari saya lebih sering naik Garuda Indonesia karena harganya dengan Lion Air gak beda jauh, bahkan seringkali lebih murah. Belum lagi Lion Air sering delayed dan di Garuda saya bisa dapat makanan :9

gunung apa kaden ni ya, pokoknya masih di Bali


Gak ada pesawat langsung Denpasar-Kendari, jadi mesti transit dulu di Makassar. Dulu, sebelum Bandara Ngurah Rai yang baru dibangun, menurut saya bandara terkeren se-Indonesia ya Bandara Hasanuddin (belum ke semua airport di negara ini sih, tapi saya yakin Anda setuju. hehe).

waiting room Bandara Hasanuddin
cuma terpikir foto-foto pas di ruangan ini aja

Di Makassar, saya sekalian menjemput Leo a.k.a Ucok, adik saya yang kedua. Dia SMA di Makassar dan kebetulan liburnya barengan saya. Kami janjian ketemu di waiting room.
Dari Makassar, butuh 45 menit lagi untuk mendarat di Bandara Haluoleo, Kendari-Sulawesi Tenggara (biar jelas :p). 

i love you, Garuda :*

Apakah dari Bandara sudah dekat dengan rumah saya? Ternyata tidak. Kita mesti naik mobil lagi selama sekitar 2 jam. Biasanya yang nyetir ayah saya, tapi kalau si Ucok ada, dia sangat senang dimanfaatkan. Kalau mereka berdua lagi gak available, maka disewalah supir.
Hmm, entah kapan giliran saya yang nyetir...

0 komentar :