Pages

Friday, April 26, 2013

Mahasiswa mudik -part anak rumah

Di kampung saya ngapain ya.. kebanyakan di rumah sih.
Kabupaten Konawe ini memang kekurangan tempat nongkrong (maaf ya pak bupati..), belum lagi kalau teman-teman semasa SD atau SMP liburnya gak barengan sama saya, ya saya harus puas liburan di rumah. Tapi mungkin karena saya aquarius (percaya zodiak), jadi mau rame atau sendiri ya tetap hepi aja :p

Kalau diem di rumah, saya biasanya puas-puasin untuk tidur selama-lamanya. Lumayan banget, kalau hari kampus mana ada kesempatan indah begini :))

welcome to the jungle
Syukurnya, di rumah juga banyak yang nemenin selain manusia. Karena bapak-mamak-adik-mbak doyan sama kucing, jadi kadang-kadang sampai ada belasan kucing gitu deh yang dipelihara. Terakhir kali saya mudik, salah satunya melahirkan lagi :*

Okko', kucing paling males serumah
Oneng yang sedang mengendap-endap ~
Trus kalo gak ada kerjaan jadinya pengen menghias diri gitu yaa. Mumpung ada cat kuku ibu yang nganggur, saya memanfaatkannya untuk membuat nail art amatiran... :)

base and top - mom's nail polish

gak perlu keterampilan super untuk membuatnya, cukup ditebalin aja :)
Liburan juga saya sempatkan untuk membuat kue mumpung ada bahan, alat, waktu, dan asistennya (baca: adik). Tapi kami cuma mampu membuat yang instan sih, pake tepung pondan hehe *promosi banget*

tiba-tiba udah dipanggang ~
jadi deh nude blackforest ~
mestinya saya dibayar perusahaan nih :p
Penampilannya memang polos dan kurang menarik, tapi rasanya nagih kok *jujur* :D

Wednesday, April 24, 2013

Mahasiswa mudik -part otw

Walaupun saya sebenarnya berasal dari Konawe, kalau ditanya sama orang luar Sulawesi saya pasti bilangnya dari Kendari. Soalnya nama Kendari aja orang sering gak ngeh, apalagi Konawe (hiks). Jadi saya jawabnya yang gampang dicerna aja...

Libur Galungan lalu (yang hanya ada di Bali yeah), karena punya waktu sekitar 10 hari saya pun mudik ke kampung halaman. Akhir-akhir ini kalau ke Kendari saya lebih sering naik Garuda Indonesia karena harganya dengan Lion Air gak beda jauh, bahkan seringkali lebih murah. Belum lagi Lion Air sering delayed dan di Garuda saya bisa dapat makanan :9

gunung apa kaden ni ya, pokoknya masih di Bali


Gak ada pesawat langsung Denpasar-Kendari, jadi mesti transit dulu di Makassar. Dulu, sebelum Bandara Ngurah Rai yang baru dibangun, menurut saya bandara terkeren se-Indonesia ya Bandara Hasanuddin (belum ke semua airport di negara ini sih, tapi saya yakin Anda setuju. hehe).

waiting room Bandara Hasanuddin
cuma terpikir foto-foto pas di ruangan ini aja

Di Makassar, saya sekalian menjemput Leo a.k.a Ucok, adik saya yang kedua. Dia SMA di Makassar dan kebetulan liburnya barengan saya. Kami janjian ketemu di waiting room.
Dari Makassar, butuh 45 menit lagi untuk mendarat di Bandara Haluoleo, Kendari-Sulawesi Tenggara (biar jelas :p). 

i love you, Garuda :*

Apakah dari Bandara sudah dekat dengan rumah saya? Ternyata tidak. Kita mesti naik mobil lagi selama sekitar 2 jam. Biasanya yang nyetir ayah saya, tapi kalau si Ucok ada, dia sangat senang dimanfaatkan. Kalau mereka berdua lagi gak available, maka disewalah supir.
Hmm, entah kapan giliran saya yang nyetir...

Sunday, April 21, 2013

Green Bowl Beach - La Plancha trip

Saya kira pantai ini gak begitu beken di Bali, tapi ya di situlah asiknya. Semakin jarang disebut, biasanya semakin virgin dan sepi :)

Waktu itu saya dan teman-teman sedang ngidam pengen bermain air dengan view oke. Nama Bali Cliff pun disebut-sebut oleh Lia. Kata dia yang satu-satunya pernah kesana di antara kami, pantainya sepi dan maknyus. Setelah sepakat, kami mengumpulkan massa dan besoknya berangkat :)

Disebut Bali Cliff karena dekat dengan Bali Cliff Resort di daerah Uluwatu. Ada juga yang bilang Green Bowl karena kalau air surut jadi mirip mangkuk dengan karang-karang ijo (hmm..) dan yang terakhir dinamai Hidden Beach, iya karena memang tersembunyi di balik tebing.

Siang itu anak-anak perempuan ngumpul di kost saya dan rame-rame dengan motor menuju Bali Cliff. Seperti yang sudah diperingatkan, karena pantainya jauh ke bawah, kita mesti menuruni 300 anak tangga. Gak bermaksud macho, tapi yah, standar lah :p


olahraga dulu yeeii ~
Mungkin karena masih tetanggaan, pantainya jadi mirip-mirip sama Blue Point.
Dan seperti apa kata om Google, memang nampak karang-karang cantik berwarna hijau di dasar laut yang juga biru-kehijauan. Aih, unyu deh ^^



 

Satu hal yang tidak diketahui sebelumnya, ombak di pantai ini lumayan gede sehingga pengunjung yang datang biasanya punya tujuan bersurf-ria. Untuk kami yang datang dengan tujuan berenang kayaknya kurang pas ya. Tapi udah nyampe sini, mana boleh pulang dengan kering :D

Perjalanan hari ini pun ditutup dengan makan malam di La Plancha - Seminyak :))






La Plancha memang bagus sih tempatnya. Bagus ya, bukan bagus banget.
Resto di pinggir pantai ini menyajikan makanan ala Spanyol yang selain mahal, rasanya biasa aja :p

Tuesday, April 2, 2013

Raft the River!

Beruntungnya tinggal di Bali, tujuan wisata itu gak ada habis-habisnya. Bahkan banyak tempat yang katanya oke tapi orang lokal gak tau. Iya, saking banyaknya :))

Sampai teman saya ada yang mengusulkan, sebelumnya gak pernah terpikirkan pengen mencoba permainan arung jeram (jenis permainan 'kan?).
Karena waktunya pas (liburan), banyak yang berminat, dan yang terutama adalah rasa penasaraan, akhirnya kami ber30-an memutuskan untuk ber-rafting ria di Sungai Ayung, Ubud.

Pagi-pagi kami berangkat ke Ubud dan memarkir kendaraan di finish point. Dari situ kami diantar ke start point dengan mobil fasilitator kegiatan ini (RAR).


Sebelum turun ke sungai, kami diberi dayung (paddle), helm, dan life jacket.
Turun ke sungainya itu ya agak-agak menguras tenaga. Awalnya menyusuri persawahan sih asik, tapi setelahnya disambut anak tangga yang lumayan jauh ke bawah, agak-agak bikin kaki gemetaran juga...



Gaya pak instruktur memberi wejangan :p
Ready to raft!
Setiap perahu diisi 5-6 orang anak ditambah seorang guide
Ternyata rafting itu asik sik asikk!
Untuk rute di Sungai Ayung ini ceritanya ada beberapa tempat start. Nah, RAR ini memiliki start point paling jauh (12 km). Karena jeram yang seru-seru memang ada di awal, jadinya kami beruntung karena berkesempatan melewati semuanya.

Waktu itu karena gak tahu, kami gak membawa persediaan logistik di perahu. Padahal rafting itu ya bikin lapar dan haus juga. Ada sih tempat ibu-ibu jualan minuman kalengan gitu di tengah-tengah perjalanan, yang sekaleng coca-colanya 30 ribu...

Selebihnya, rafting di Ayung ini oke. Pemandangannya sendiri udah bagus (plus air terjun) dan jeramnya mantap. Buktinya, 3 dari teman seperahu saya sampai terlempar dari perahu saat melewati jeram!
Tapi tenang saja, keamanan terjamin kok :)

Me and team
Untuk biayanya, kami dikenakan 130 ribu perorang termasuk buffet lunch. Lumayan 'kan? :))