Pages

Sunday, March 24, 2013

Travel the Sea! -day 3

Kapok ketinggalan sunset di hari kedua, saya dan Putri jadi lebih waspada biar bisa menikmati sunrise-nya Gili Trawangan.
Kami udah stand by di sunrise point sejam sebelum matahari terbit saking semangatnya. Tak apa, lanjutkan saja tidur di pantai ;)


Pelan-pelan matahari mengintip dari punggung Gunung Rinjani. Ah, momen yang keren buat bikin poto-poto siluet :D




Pukul 7.00, kami balik ke penginapan untuk sarapan. Honey-Banana Pancake dan Toast with Omelette Pondok Sederhana ternyata lebih nyummy dari ekspektasi ^^




Now, it is snorkeling time!
Supaya setelah snorkeling bisa langsung menyeberang ke Pelabuhan Bangsal, pagi itu juga kami check out dari penginapan dan mengembalikan sepeda sewaan.

Dengan para snorkeler lain, kami memilih-milih kaki katak yang sesuai sebelum diantar ke spot-spot yang oke oleh glassbottom. Setiap glassbottom bisa menampung hingga 30 orang.


Perhentian pertama di Gili Meno, saya gak menemukan sesuatu yang wow.  Oh iya, di sini saya sempat panik karena google dan masker saya kemasukan air berkali-kali. Jadinya saya minta tolong sama snorkeler terdekat. Dia memegangi saya selama saya merapikan tata letak snorkeling kit itu dan ngasih tau ilmu baru buat saya, tiup kuat-kuat airnya! Oh ketoo...
PS: pas udah naik boat, saya menyadari bahwa penolong saya keren juga wkkk

Spot kedua di Gili Air, masih kurang wow. Mungkin kalo diving baru puas kali ya.. Oke, tahun ini (maksimal tahun depan) harus bisa diving!
Kami singgah selama sejam di Air untuk istirahat dan makan siang.

Spaghetti, 20K :)
Spot terakhir: Trawangan.
Ini yang terbaik sih di antara ketiga spot. Terumbu karangnya lumayan banyak tapi mungkin karena agak dalam, warna-warni coralnya kurang nendang. Ikan-ikan juga sepi.
Seumur-umur, saya memang baru 2 kali snorkelingan, tapi di Nusa Lembongan-Bali menurut saya lebih keren!



Acara jajah-jelajah itu berakhir pukul 15.30 dan kami langsung menuju pelabuhan.
Ternyata tiket Gili-Bangsal lebih murah 5 ribu dari sebaliknya.

Setelah menjemput Lady di penitipan motor, kami membawanya ke Senggigi.
Keputusan nginap di Senggigi memang agak-agak mendadak (backpacker is flexible), jadi nyari penginapannya juga on the spot.

Pilihan pun jatuh ke Sonya Homestay, harga kamar 100 ribu permalam include breakfast. Di situ saya dan Putri berkenalan dengan rombongan dari Denpasar yang escape from Nyepi *istilah mereka :))

Masih muda, semangat jalan-jalan masih tinggi!
Capek (atau mungkin enggak?) gak menghalangi kami untuk mencari sunset spot yang cantik di Senggigi.


Cuma duduk doang di pasir kok rasanya kurang komplit ya. Jadilah kami berenang-renang, berapung-apung sambil menyanyikan lagu-lagu tentang alam Indonesia. Sentimentil sekali hahaha


Di sekitaran Pantai Senggigi, banyak deretan pondok pedagang Sate Bulayak, salah satu makanan khas Lombok. Sayang sekali kami datangnya kemaleman dan hanya mendapatkan 2 bulayak dengan seporsi sate. Well, Sate Bulayak ini saya beri dua jempol ^^


Perjalanan hari ketiga Travel The Lombok! ditutup dengan jalan-jalan di kawasan Senggigi. Niatnya sekalian nyari oleh-oleh, apa daya mereka tak ditemukan :p
Kami pun balik ke homestay dan beristirahat. Besok kami pulang :))

-to be continued-

4 komentar :

Putri Uli Saktina Pasaribu said... Reply Comment

tunggu, yang mana- yang mana yang keren. kok aku tidak melihatnya? -_-

Emiliana Febrina Silalahi said... Reply Comment

ada kok put...
dia emang gak terlihat seperti orang indonesia sih, lebih ke cina thailand jepang gitu deh hahaha

Nugraha Gunamanta said... Reply Comment

blog yang buat ngiri ni..
hahaa, tapi kereeen

Emiliana Febrina Silalahi said... Reply Comment

sekedar berbagi nug.. siapa tahu mau main ke sana dengan rustiari :D