Pages

Wednesday, March 20, 2013

Duet Batak di Lombok #day1

Mengunjungi tetangga Pulau Bali ini merupakan salah satu goal saya di tahun 2013. Untung sekali Hari Raya Nyepi kali ini dapet libur selama 5 hari (diakumulasikan dengan weekend), sehingga Tour the Lombok pun terwujud ^^

Siapa saja teman saya dalam traveling kali ini?
Ada Putri Uli. Dia teman seangkatan, seorganisasi, dan segereja saya. *check her blog http://putriulisaktina.blogspot.com/
Untuk transportasi, kami berdua difasilitasi oleh Lady. Lady adalah motor matik saya yang unyu nan tangguh. Gak pernah sekalipun dia rewel kami bawa muter-muter Lombok selama 4 hari :)

Setelah dapat ridho dari ortu, pada 10 Maret pukul 6.30 perjalanan kami dimulai.
Kami berkendara dari Denpasar ke Pelabuhan Padang Bai sekitar 45 menit. Untuk pertama kalinya saya mengendarai motor sampai 100 km/jam! Hohoho. Ini rekor buat saya walaupun gak begitu bisa dibanggakan karena jalanan memang sepi.

Tiket ferry menyeberang ke Pelabuhan Lembar 101 ribu. Ini biaya untuk satu kendaraan roda dua, untuk manusianya udah gak dihitung lagi.


Di ferry kami mendapatkan tempat duduk di pojokan yang cukup privat dan nyaman. Lumayan buat makan, tidur, dan gosip sambil ongkang-ongkang kaki ke atas meja. Oh iya, untuk makanannya kami bawa bekal dari Denpasar secara di kapal itu ya harga-harga jelas melonjak.

3 jam kemudian kami tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok. Tak dinyana, ada ritual ngantri parkiran ke dermaga yang memakan waktu sekitar sejam. Total diem di kapal: 4 jam.

Yeeeiii, Lombok so sampe ^^

Nah, sekarang kami menuju Mataram buat nyari penginapan. Lembar-Mataram sekitar sejam juga dan di sini kami menemui beberapa peristiwa: nyaris menabrak kambing dan ditilang polisi. Well, berhubung saya yang nyetir, that's all my fault. Tapi Putri baik hati, denda tilang tetep dibagi dua :D
PS: Setelah itu, Lady diambil alih Putri kalau arenanya adalah kota.

Oleh pak polisi yang menilang (mungkin beliau ingin menebus dosa), kami diantar ke Wisma Nusantara II di Jl. Beo, Cakranegara. Memang wisma ini yang kami tuju berbekal pengetahuan dari internet. Kamar non-AC semalam dihargai 70 ribu dengan fasilitas: bed, fan, TV, kamar mandi dalem, dan no breakfast.




Setiap kunjungan ke suatu kota, wajib hukumnya mengunjungi universitas ternamanya. Kalau di Mataram, artinya ke Universitas Mataram. Well, saya dan Putri pasti kelihatan norak banget foto-foto di depan Unram. Wes, namanya juga turis... B)



Dari Unram, kami mengunjungi Kota Tua Ampenan. Kawasan itu dipenuhi toko-toko tua (ala Belanda kayaknya) dan banyak dari mereka yang tutup. Entah karena sudah menjadi fosil atau memang pada istirahat di hari minggu.

Berdasarkan saran-saran para bloggers, kami memutuskan untuk mencicipi bebalung di RM. Ramayana, Ampenan. Baru ngeh pas liat menu, ternyata bebalung itu adalah sop buntut. Oke, kurang khas sebetulnya tapi udah nyampe sini ya masa gak mesen?




Sop buntut dan es teler yang kami pesan sama-sama enak. Tapi untuk ukuran warung, harganya agak surprising. Sop buntut + nasi + es teler (yang gak pake gula merah dan kacang, hiks) = 56 ribu. Untung dishare hahaha


Dari sana kami ke Pasar Cakranegara yang kabarnya pusat jual oleh-oleh. Tapi yang kami temukan hanya toko-toko yang tutup dan cuaca panas tak terkira. Oke, mending bobok siang di penginapan.

Sunset di Pantai Senggigi yang tersohor jelas gak boleh dilewatkan. Senggigi berjarak sekitar 30 menit dari Mataram. Ah, agak kecewa sih melihat pasirnya yang hitam (gak rasis kan?), tapi jadi merasa beruntung pas mataharinya udah turun dan meninggalkan pendar warna-warni di langit. Boleh dikatakan, itu sunset paling keren yang pernah saya jumpai :D



 


Puas foto-foto, kami bertiga (Lady selalu dihitung ya..) jalan-jalan di kawasan Senggigi. Kami juga sempat ke Art Market di sana. Barang-barang disitu kurang lebih mirip sama yang dipajang di sepanjang Ubud, Bali jadi tak ada alasan untuk membeli :p

Kemudian si Putri ngidam duren. Mungkin karena melihat jajaran pedagang duren di Ampenan. Jadilah kami menawar sebuah duren untuk berdua. Lumayan bisa menikmati duren seharga 10 ribu (murah kan?) sambil nongkrong di trotoar sama pedagang dan pembeli lain.


Jam 20.30, kami ngeceng ke Mataram Mall, satu-satunya mall di Pulau Lombok. Mall ini kayaknya kurang cocok deh untuk tujuan cuci-cuci mata, abisnya kami gak nemuin hal-hal keren di sana (dari outlet sampai cowok). Tapi kalau memang punya target mau-beli-apa-gitu ya bisa lah *hem, sok tau.


Sebelum balik ke wisma, kami singgah di Alfamart untuk memenuhi kebutuhan perut dalam perjalanan ke Gili Trawangan besoknya :)

-to be continued-

13 komentar :

Ruby and Rosa said... Reply Comment

what a fun trip! :D

Emiliana Febrina Silalahi said... Reply Comment

absolutely yes! ;)

Putri Uli Saktina Pasaribu said... Reply Comment

Buahaaaahahah, baru tau nama motor lu Lady, kalo gt perkenalkan motorku namanya Anabelle.
Oh ya, karena merasa gak keren akan mallnya jadi malas juga pasang fotonya.

Emiliana Febrina Silalahi said... Reply Comment

Salam kenal, Anabelle... Kapan2 Anabelle diajak traveling ya hohoho

Yah sekedar memperkenalkan wajah mal mataram lah pada bloggers :p

Diaswari Predani said... Reply Comment

aaaaaaa jadi pingin ke lombok :" pingin ke giliiiiii~

Emiliana Febrina Silalahi said... Reply Comment

iya, diass. mumpung tetanggaan sama Bali :D

Neny Angelina Reston said... Reply Comment

Kereen yaa :))
Mau ke Lombok jugaa >,< :D

Emiliana Febrina Silalahi said... Reply Comment

Buat honeymoon kedua cous XD

Anonymous said... Reply Comment

wow, this is so awsome..
i appreciated with you guys :)

beautiful girl with liar soul, ahah :D

Emiliana Febrina Silalahi said... Reply Comment

ahahah tengkyu :D
be young, be wild! *asal ngomong* :p

turiscantik.com said... Reply Comment

mall mataram memang kecil tapi di belakangnya ada FO jualan baju dan tas surfing lumayan murah.

Emiliana Febrina Silalahi said... Reply Comment

@turiscantik.com:

waah baru tau.
makasih infonya, turis cantik. siapa tau nnt bisa kesana lgi ^^

Caderabdulpacker.com said... Reply Comment

setuju banget...senggigi punya sunsetpoint yang sangat cantik,..saya ngak pernah kehilangan ide ketika datang ke sengigi..salam