Duet Batak di Lombok #day2

Mungkin hari kedua Travel the Lombok ini adalah hari puncaknya gitu ya, karena memang tujuan utama saya dan Putri adalah Island of Freedom, Gili Trawangan!

Akses termurah untuk mencapai Gili Trawangan adalah dengan menumpang public boat dari Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara.
Dari dua rute perjalanan Mataram-Bangsal, kami memilih lewat Senggigi daripada Pusuk. Kata orang, Pusuk lebih dekat tapi jalannya lebih jelek. Mengingat Lady adalah motor kota (baca: matik), saya dan Putri lebih suka gak ambil resiko.

Selama kurang lebih sejam perjalanan, mata kami terpukau-kau-kau menghadapi keindahan Pantai Senggigi. Ternyata Senggigi itu ya (nama pantainya beda-beda sih, tapi karena pantainya nyambung terus kuanggap Senggigi aja), makin ke utara semakin kuereen!!



Tiba di Pelabuhan Bangsal, kami membeli tiket penyeberangan ke Gili Trawangan dengan biaya 25 ribu untuk berdua. Ah iya, si Lady terpaksa gak kami ikutkan ke gili karena pulau tersebut menutup diri terhadap kendaraan bermotor dalam bentuk apapun. Dengan tega kami menitipkan Lady di rumah penduduk sekitar. Tarif parkir sehari 10 ribu, kalo setengah hari 5 ribu.


Public boat yang kami tumpangi full banget dengan barang-barang dan homo sapiens. Gak ada bule yang naik jukung itu, adanya penduduk lokal dengan sayur-mayurnya dan turis domestik. Bule-bule mungkin doyannya naik fast boat yang bisa juga langsung dari Bali. Harga fast boat Bali-Gili Trawangan setara sama total biaya perjalanan 4 hari backpakeran :)


Oh iya, gara-gara kebiasaan langsung pulas kalau naik kapal terbang dan laut. Alhasil, saya yang sedang tidur di boat dengan rahang membuka lebar jadi bahan jepretan kamera hp cowok lokal alay. Grr!

Perjalanan ke Gili Trawangan memakan waktu 30 menit. Gili Trawangan adalah gili terjauh dari 3 gili yang berbaris: Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. Trawangan paling beken karena wilayahnya paling luas dengan fasilitas hepi-hepi paling lengkap. Kalau naik boat, kita akan melewati kedua gili tadi juga.

Yiha, sampai dengan selamat di Gili Trawangan!!!

Foto plang ini langsung dijadikan display picture BBM, hehe
Oke. 1st thing to do: sewa sepeda!
Sewa sepeda di gili 50 ribu perhari. Tapi jika tawar menawar dilakukan dengan maksimal, bisa kok dapet 35 ribu perhari ;)

2nd: check in penginapan.
Karena memperkirakan penginapan-penginapan bakal fully booked oleh bule yang melarikan diri dari Bali pas Nyepi, sebelumnya kami udah transfer biaya untuk menginap di Pondok Sederhana. Untuk semalam, kami dikenakan 200 ribu sudah include breakfast sama kamar mandi yang gak pake atap, wow.




3rd: makan siang, nyam nyam..
Nah, di gili itu makanan memang relatif lebih mahal. Menurut saran backpaker lain di internet, Warung Dewi termasuk yang menjual masakan enak dan terjangkau. Sepiring nasi campur dengan ayam taliwang harganya 15 ribu dan ditambah teh botol 10 ribu.



4th: let's snorkel the sea!
Maunya sih gitu, tapi ternyata ada jadwalnya untuk public snorkeling. Setiap hari, glassbottom boat yang bisa menampung hingga 30 orang berangkat pukul 10.00 dan kembali pukul 15.00 untuk melayani snorkeling di tiga gili. Nah, berarti udah telat 'kan..
Yowes, saya dan Putri beli tiket snorkeling buat besok saja. Untuk masker, fin, life jacket, public guide, dan boat, kami dikenakan 90 ribu per orang.

5th: sunbathing, hohoho
Ke gili tapi gak gosong? Gak gehol dong! :D
Gili Trawangan bener-bener island of freedom! Selama kamu gak naked, everything is okay.


Walaupun dalam rangka liburan, tidur siang tetap kami sempatkan. Sayangnya, karena mengulur-ulur waktu bangun, kami ketinggalan sunset! Ya sudahlah, di dunia ini kita memang tidak bisa mendapatkan segalanya *sok bijak.

cidomo, angkutan khas Lombok

6th: let's get dinner!
Siapa bilang seafood di gili mahal? Kalau malam, datanglah ke Art Market. Itu kayak foodcourt terbuka dengan aneka masakan lokal yang jelas kita bisa nawar. Bule juga banyak yang makan di sini loh :D




7th: P-A-R-T-Y!
Di Gili Trawangan, setiap malam bar-bar bergiliran mengadakan pesta. Saya dan Putri sebenarnya bukan anak yang suka clubbing ya, tapi mumpung udah di sini minimal harus joged-joged dikit lah, hahaha



-to be continued-

You May Also Like

10 komentar