Pages

Wednesday, March 27, 2013

Last day in Lombok -day 4

Good morning, Senggigi!
Ini postingan terakhir saya dalam rangka Travel The Lombok! dengan partner jalan, Putri Uli :)

Hari diawali dengan sarapan yang disediakan oleh Sonya Homestay. Setelah 2 hari menu makan paginya pancake, berasa jadi bule juga hahaha



Perjalanan dari Senggigi ke Pelabuhan Lembar nantinya akan melewati Kota Mataram. Kami pun menyempatkan diri berburu Nasi Puyung, kuliner khas Lombok lainnya.

Sesungguhnya, nasi puyung yang diincar adalah Nasi Puyung Cap Inaq Esun. Itu sih yang beken di internet dan konon merupakan pelopor nasi puyung di pulau ini.

Nah, di internet itu alamatnya gak jelas dan ternyata bagi orang lokal juga gak terkenal.
Padahal kami udah representatif memilih sampel masyarakat yang ditanyain. Dari anak muda, paruh baya, nini-nini, pedagang kaki lima, karyawan minimarket, sampai pegawai kantoran pun gak ada yang ngeh...

Yang ada kami malah mondar-mandir kesana-kemari lamaaa banget sampai bikin bete dan nyerah juga. Wes lah, apa aja asal nasi puyung!

Di Warung Bi Anik (atau Bi siapa ya?) seporsi nasi puyung dihargai 8 ribu. Kata orang, makanan ini pedes, tapi pas dateng kok ya gak ada sambalnya. Merasa mbaknya lupa, saya pun minta sambal. Trus kata mbaknya mereka gak punya sambal. Loh?

Oh oh ternyata, nasi puyung itu emang udah dari sononya hot hot pop! Kalau mbaknya tadi ngasih sambal, saya yakin gak bakal saya sentuh juga saking lidah udah membara.
Eh tapi bukan berarti saya kapok beli ya :9


Es kelapa pelipur pedas!
Gak sampai hati kalo pulang dengan kosong, kami sisipkan acara belanja oleh-oleh. Salah satu spot buah tangan ini bisa ditemukan di sekitar mal mataram.
Kalau kere dan pengen ngasih ke banyak orang, disarankan membeli dodol atau manisan rumput laut aja. Berdasarkan pengalaman, teman-teman pada suka dan cukup juga untuk dibagi ke puluhan orang :)


Pergi naik ferry, pulang juga sama. Bedanya, kali ini kami gak kebagian tempat buat naruh pantat karena padatnya arus balik bikin kapal jadi sumpek.
Akhirnya bisa duduk juga sih, tapi lesehan di beranda depan ruang nahkoda. Nongkrong di situ mobilitas jadi terbatas. Padahal hanya berdiri sebentar untuk melemaskan kaki, langsung deh ditegur sama pak supir karena menghalangi pandangan dia..


Can you found out Pinky Lady? ;)


4 jam kemudian kami tiba di Pelabuhan Padang Bai dan siap melanjutkan sejam perjalanan lagi ke Denpasar. Ah, gak terasa udah sampai di penghujung acara. Setelah nyampe di kos bukannya bisa istirahat tapi malah udah ditungguin sama rapat kegiatan kampus. Hm...
Wes lah, yang penting liburanku sukses hohoho ^-^

-end-

Sunday, March 24, 2013

Travel the Sea! -day 3

Kapok ketinggalan sunset di hari kedua, saya dan Putri jadi lebih waspada biar bisa menikmati sunrise-nya Gili Trawangan.
Kami udah stand by di sunrise point sejam sebelum matahari terbit saking semangatnya. Tak apa, lanjutkan saja tidur di pantai ;)


Pelan-pelan matahari mengintip dari punggung Gunung Rinjani. Ah, momen yang keren buat bikin poto-poto siluet :D




Pukul 7.00, kami balik ke penginapan untuk sarapan. Honey-Banana Pancake dan Toast with Omelette Pondok Sederhana ternyata lebih nyummy dari ekspektasi ^^




Now, it is snorkeling time!
Supaya setelah snorkeling bisa langsung menyeberang ke Pelabuhan Bangsal, pagi itu juga kami check out dari penginapan dan mengembalikan sepeda sewaan.

Dengan para snorkeler lain, kami memilih-milih kaki katak yang sesuai sebelum diantar ke spot-spot yang oke oleh glassbottom. Setiap glassbottom bisa menampung hingga 30 orang.


Perhentian pertama di Gili Meno, saya gak menemukan sesuatu yang wow.  Oh iya, di sini saya sempat panik karena google dan masker saya kemasukan air berkali-kali. Jadinya saya minta tolong sama snorkeler terdekat. Dia memegangi saya selama saya merapikan tata letak snorkeling kit itu dan ngasih tau ilmu baru buat saya, tiup kuat-kuat airnya! Oh ketoo...
PS: pas udah naik boat, saya menyadari bahwa penolong saya keren juga wkkk

Spot kedua di Gili Air, masih kurang wow. Mungkin kalo diving baru puas kali ya.. Oke, tahun ini (maksimal tahun depan) harus bisa diving!
Kami singgah selama sejam di Air untuk istirahat dan makan siang.

Spaghetti, 20K :)
Spot terakhir: Trawangan.
Ini yang terbaik sih di antara ketiga spot. Terumbu karangnya lumayan banyak tapi mungkin karena agak dalam, warna-warni coralnya kurang nendang. Ikan-ikan juga sepi.
Seumur-umur, saya memang baru 2 kali snorkelingan, tapi di Nusa Lembongan-Bali menurut saya lebih keren!



Acara jajah-jelajah itu berakhir pukul 15.30 dan kami langsung menuju pelabuhan.
Ternyata tiket Gili-Bangsal lebih murah 5 ribu dari sebaliknya.

Setelah menjemput Lady di penitipan motor, kami membawanya ke Senggigi.
Keputusan nginap di Senggigi memang agak-agak mendadak (backpacker is flexible), jadi nyari penginapannya juga on the spot.

Pilihan pun jatuh ke Sonya Homestay, harga kamar 100 ribu permalam include breakfast. Di situ saya dan Putri berkenalan dengan rombongan dari Denpasar yang escape from Nyepi *istilah mereka :))

Masih muda, semangat jalan-jalan masih tinggi!
Capek (atau mungkin enggak?) gak menghalangi kami untuk mencari sunset spot yang cantik di Senggigi.


Cuma duduk doang di pasir kok rasanya kurang komplit ya. Jadilah kami berenang-renang, berapung-apung sambil menyanyikan lagu-lagu tentang alam Indonesia. Sentimentil sekali hahaha


Di sekitaran Pantai Senggigi, banyak deretan pondok pedagang Sate Bulayak, salah satu makanan khas Lombok. Sayang sekali kami datangnya kemaleman dan hanya mendapatkan 2 bulayak dengan seporsi sate. Well, Sate Bulayak ini saya beri dua jempol ^^


Perjalanan hari ketiga Travel The Lombok! ditutup dengan jalan-jalan di kawasan Senggigi. Niatnya sekalian nyari oleh-oleh, apa daya mereka tak ditemukan :p
Kami pun balik ke homestay dan beristirahat. Besok kami pulang :))

-to be continued-

Thursday, March 21, 2013

Gili Trawangan! -Day 2

Mungkin hari kedua Travel the Lombok ini adalah hari puncaknya gitu ya, karena memang tujuan utama saya dan Putri adalah Island of Freedom, Gili Trawangan!

Akses termurah untuk mencapai Gili Trawangan adalah dengan menumpang public boat dari Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara.
Dari dua rute perjalanan Mataram-Bangsal, kami memilih lewat Senggigi daripada Pusuk. Kata orang, Pusuk lebih dekat tapi jalannya lebih jelek. Mengingat Lady adalah motor kota (baca: matik), saya dan Putri lebih suka gak ambil resiko.

Selama kurang lebih sejam perjalanan, mata kami terpukau-kau-kau menghadapi keindahan Pantai Senggigi. Ternyata Senggigi itu ya (nama pantainya beda-beda sih, tapi karena pantainya nyambung terus kuanggap Senggigi aja), makin ke utara semakin kuereen!!



Tiba di Pelabuhan Bangsal, kami membeli tiket penyeberangan ke Gili Trawangan dengan biaya 25 ribu untuk berdua. Ah iya, si Lady terpaksa gak kami ikutkan ke gili karena pulau tersebut menutup diri terhadap kendaraan bermotor dalam bentuk apapun. Dengan tega kami menitipkan Lady di rumah penduduk sekitar. Tarif parkir sehari 10 ribu, kalo setengah hari 5 ribu.


Public boat yang kami tumpangi full banget dengan barang-barang dan homo sapiens. Gak ada bule yang naik jukung itu, adanya penduduk lokal dengan sayur-mayurnya dan turis domestik. Bule-bule mungkin doyannya naik fast boat yang bisa juga langsung dari Bali. Harga fast boat Bali-Gili Trawangan setara sama total biaya perjalanan 4 hari backpakeran :)


Oh iya, gara-gara kebiasaan langsung pulas kalau naik kapal terbang dan laut. Alhasil, saya yang sedang tidur di boat dengan rahang membuka lebar jadi bahan jepretan kamera hp cowok lokal alay. Grr!

Perjalanan ke Gili Trawangan memakan waktu 30 menit. Gili Trawangan adalah gili terjauh dari 3 gili yang berbaris: Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. Trawangan paling beken karena wilayahnya paling luas dengan fasilitas hepi-hepi paling lengkap. Kalau naik boat, kita akan melewati kedua gili tadi juga.

Yiha, sampai dengan selamat di Gili Trawangan!!!

Foto plang ini langsung dijadikan display picture BBM, hehe
Oke. 1st thing to do: sewa sepeda!
Sewa sepeda di gili 50 ribu perhari. Tapi jika tawar menawar dilakukan dengan maksimal, bisa kok dapet 35 ribu perhari ;)

2nd: check in penginapan.
Karena memperkirakan penginapan-penginapan bakal fully booked oleh bule yang melarikan diri dari Bali pas Nyepi, sebelumnya kami udah transfer biaya untuk menginap di Pondok Sederhana. Untuk semalam, kami dikenakan 200 ribu sudah include breakfast sama kamar mandi yang gak pake atap, wow.




3rd: makan siang, nyam nyam..
Nah, di gili itu makanan memang relatif lebih mahal. Menurut saran backpaker lain di internet, Warung Dewi termasuk yang menjual masakan enak dan terjangkau. Sepiring nasi campur dengan ayam taliwang harganya 15 ribu dan ditambah teh botol 10 ribu.



4th: let's snorkel the sea!
Maunya sih gitu, tapi ternyata ada jadwalnya untuk public snorkeling. Setiap hari, glassbottom boat yang bisa menampung hingga 30 orang berangkat pukul 10.00 dan kembali pukul 15.00 untuk melayani snorkeling di tiga gili. Nah, berarti udah telat 'kan..
Yowes, saya dan Putri beli tiket snorkeling buat besok saja. Untuk masker, fin, life jacket, public guide, dan boat, kami dikenakan 90 ribu per orang.

5th: sunbathing, hohoho
Ke gili tapi gak gosong? Gak gehol dong! :D
Gili Trawangan bener-bener island of freedom! Selama kamu gak naked, everything is okay.


Walaupun dalam rangka liburan, tidur siang tetap kami sempatkan. Sayangnya, karena mengulur-ulur waktu bangun, kami ketinggalan sunset! Ya sudahlah, di dunia ini kita memang tidak bisa mendapatkan segalanya *sok bijak.

cidomo, angkutan khas Lombok

6th: let's get dinner!
Siapa bilang seafood di gili mahal? Kalau malam, datanglah ke Art Market. Itu kayak foodcourt terbuka dengan aneka masakan lokal yang jelas kita bisa nawar. Bule juga banyak yang makan di sini loh :D




7th: P-A-R-T-Y!
Di Gili Trawangan, setiap malam bar-bar bergiliran mengadakan pesta. Saya dan Putri sebenarnya bukan anak yang suka clubbing ya, tapi mumpung udah di sini minimal harus joged-joged dikit lah, hahaha



-to be continued-

Wednesday, March 20, 2013

Travel the Lombok! -Day 1

Mengunjungi tetangga Pulau Bali ini merupakan salah satu goal saya di tahun 2013. Untung sekali Hari Raya Nyepi kali ini dapet libur selama 5 hari (diakumulasikan dengan weekend), sehingga Tour the Lombok pun terwujud ^^

Siapa saja teman saya dalam traveling kali ini?
Ada Putri Uli. Dia teman seangkatan, seorganisasi, dan segereja saya. *check her blog http://putriulisaktina.blogspot.com/
Untuk transportasi, kami berdua difasilitasi oleh Lady. Lady adalah motor matik saya yang unyu nan tangguh. Gak pernah sekalipun dia rewel kami bawa muter-muter Lombok selama 4 hari :)

Setelah dapat ridho dari ortu, pada 10 Maret pukul 6.30 perjalanan kami dimulai.
Kami berkendara dari Denpasar ke Pelabuhan Padang Bai sekitar 45 menit. Untuk pertama kalinya saya mengendarai motor sampai 100 km/jam! Hohoho. Ini rekor buat saya walaupun gak begitu bisa dibanggakan karena jalanan memang sepi.

Tiket ferry menyeberang ke Pelabuhan Lembar 101 ribu. Ini biaya untuk satu kendaraan roda dua, untuk manusianya udah gak dihitung lagi.


Di ferry kami mendapatkan tempat duduk di pojokan yang cukup privat dan nyaman. Lumayan buat makan, tidur, dan gosip sambil ongkang-ongkang kaki ke atas meja. Oh iya, untuk makanannya kami bawa bekal dari Denpasar secara di kapal itu ya harga-harga jelas melonjak.

3 jam kemudian kami tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok. Tak dinyana, ada ritual ngantri parkiran ke dermaga yang memakan waktu sekitar sejam. Total diem di kapal: 4 jam.

Yeeeiii, Lombok so sampe ^^

Nah, sekarang kami menuju Mataram buat nyari penginapan. Lembar-Mataram sekitar sejam juga dan di sini kami menemui beberapa peristiwa: nyaris menabrak kambing dan ditilang polisi. Well, berhubung saya yang nyetir, that's all my fault. Tapi Putri baik hati, denda tilang tetep dibagi dua :D
PS: Setelah itu, Lady diambil alih Putri kalau arenanya adalah kota.

Oleh pak polisi yang menilang (mungkin beliau ingin menebus dosa), kami diantar ke Wisma Nusantara II di Jl. Beo, Cakranegara. Memang wisma ini yang kami tuju berbekal pengetahuan dari internet. Kamar non-AC semalam dihargai 70 ribu dengan fasilitas: bed, fan, TV, kamar mandi dalem, dan no breakfast.




Setiap kunjungan ke suatu kota, wajib hukumnya mengunjungi universitas ternamanya. Kalau di Mataram, artinya ke Universitas Mataram. Well, saya dan Putri pasti kelihatan norak banget foto-foto di depan Unram. Wes, namanya juga turis... B)



Dari Unram, kami mengunjungi Kota Tua Ampenan. Kawasan itu dipenuhi toko-toko tua (ala Belanda kayaknya) dan banyak dari mereka yang tutup. Entah karena sudah menjadi fosil atau memang pada istirahat di hari minggu.

Berdasarkan saran-saran para bloggers, kami memutuskan untuk mencicipi bebalung di RM. Ramayana, Ampenan. Baru ngeh pas liat menu, ternyata bebalung itu adalah sop buntut. Oke, kurang khas sebetulnya tapi udah nyampe sini ya masa gak mesen?




Sop buntut dan es teler yang kami pesan sama-sama enak. Tapi untuk ukuran warung, harganya agak surprising. Sop buntut + nasi + es teler (yang gak pake gula merah dan kacang, hiks) = 56 ribu. Untung dishare hahaha


Dari sana kami ke Pasar Cakranegara yang kabarnya pusat jual oleh-oleh. Tapi yang kami temukan hanya toko-toko yang tutup dan cuaca panas tak terkira. Oke, mending bobok siang di penginapan.

Sunset di Pantai Senggigi yang tersohor jelas gak boleh dilewatkan. Senggigi berjarak sekitar 30 menit dari Mataram. Ah, agak kecewa sih melihat pasirnya yang hitam (gak rasis kan?), tapi jadi merasa beruntung pas mataharinya udah turun dan meninggalkan pendar warna-warni di langit. Boleh dikatakan, itu sunset paling keren yang pernah saya jumpai :D



 


Puas foto-foto, kami bertiga (Lady selalu dihitung ya..) jalan-jalan di kawasan Senggigi. Kami juga sempat ke Art Market di sana. Barang-barang disitu kurang lebih mirip sama yang dipajang di sepanjang Ubud, Bali jadi tak ada alasan untuk membeli :p

Kemudian si Putri ngidam duren. Mungkin karena melihat jajaran pedagang duren di Ampenan. Jadilah kami menawar sebuah duren untuk berdua. Lumayan bisa menikmati duren seharga 10 ribu (murah kan?) sambil nongkrong di trotoar sama pedagang dan pembeli lain.


Jam 20.30, kami ngeceng ke Mataram Mall, satu-satunya mall di Pulau Lombok. Mall ini kayaknya kurang cocok deh untuk tujuan cuci-cuci mata, abisnya kami gak nemuin hal-hal keren di sana (dari outlet sampai cowok). Tapi kalau memang punya target mau-beli-apa-gitu ya bisa lah *hem, sok tau.


Sebelum balik ke wisma, kami singgah di Alfamart untuk memenuhi kebutuhan perut dalam perjalanan ke Gili Trawangan besoknya :)

-to be continued-