Pages

Thursday, February 21, 2013

Hei, Malang! -tamat

This is our last day in Malang...
Pagi hari kami sarapan pecel dan lodeh karya tuan rumah sekeluarga yang kami tumpangi. Keluarga Ko Yogi ini kompak banget, sampai acara masak-memasak aja seluruh anggota keluarganya campur tangan. Jadi gak enak hati juga soalnya saya dan Apolo malah baru bangun setelah sarapan sudah siap santap hehe

Orang-orang bilang, kalau ke Malang harus mengunjungi Batu!
Jadi pagi itu berangkatlah saya dan Apolo ke Kota Wisata Batu. Kenapa hanya berdua? Karena Ery si Jember balik ke asalnya pagi itu dan Ko Yogi gak bisa ikutan jalan. Gak tega kalo dianterin sampai ke Batu yg sekitar setengah jam, kami minta Ko Yogi untuk ngantar kami sampe nemuin angkot saja.

Sambil nunggu si angkot, kami ngemil roti goreng dan cakwe yang masing-masing hanya seribu rupiah dan gurihh banget!


Oleh supir angkot kami berdua diturunkan di depan Jatim Park 2.
Jatim Park 2 ini salah satu tujuan favorit orang-orang yang ke Malang (atau ke Batu) jadi gak heran waktu kami nyampe itu udah rame banget. Di sini kita bisa memilih mau masuk ke Museum Satwa, Secret Zoo, Eco Green Park, atau salah duanya, atau semuanya.
Karena mengunjungi semua dapat beresiko ketinggalan pesawat (kami harus balik sore itu juga ke Juanda), saya dan Apolo memilih mengunjungi Museum Satwa dan Secret Zoo saja dengan biaya masuk Rp 75.000 (weekend).


Museum Satwa.
Desain luarnya kayak White House gitu. Masuk ke dalam, saya langsung foto-foto sama patung buaya lucu yang lagi nyender di kursi. Paling tidak awalnya saya pikir itu patung sebelum mencium bau amis Pak Buaya. Hm, sepertinya beliau adalah buaya awetan...

Namanya museum, binatang-binatang yang ada di sini sebagian besar adalah binatang asli yang sudah mati dan diawetkan, termasuk juga fosil. Meskipun sudah mati, para hewan tetap berpose keren loh. Konon katanya, mereka semua memang mati alami dan tidak khusus diburu demi dimuseumkan.
Saya pribadi sih suka sekali dengan museum ini :)





Saat di Museum Satwa, saya di-BBM Ko Henry (Ketua PJP) kalau dia dan seorang temannya akan menyusul kami jalan-jalan. Horeee!
Kami bergabung saat memasuki Secret Zoo :)




Secret Zoo adalah kebun binatang dengan desain keren dan binatang-binatang lucu (dan hidup). Tidak hanya itu, ada juga area bermain dengan lumayan banyak wahana. Dengan fasilitas selengkap ini, tarif masuknya ya termasuk murah :D

 


Keluar dari Secret Zoo udah hampir sore juga dan kaki udah lemes. Tapi tentu saja acara jalan-jalan sebaiknya ditutup dengan makan-makan!
Setelah bermufakat, keputusan akan-makan-di-mana jatuh pada restoran sate kelinci. Yey!

Sebelumnya, kami mampir di toko kecil yang menjual produk susu karena katanya, Kota Batu juga terkenal dengan susunya yang lezat. Toko yang kami kunjungi antriannya amat sangat. Tidak lazimlah untuk antrian pembeli susu.



Entah sugesti atau apa, tapi susunya memang enak dan segar, xixixi...


Dan ini dia yang ditunggu-tunggu, sate kelinci ^^
Mungkin karena indera pencicip saya tidak begitu peka membedakan rasa, menurut saya sate ayam-kambing-kelinci itu ya rasanya kurang lebih sama. Kalau ada bedanya, kambing itu agak keras, ayam lebih lembut, sedangkan kelinci menang di gurih.
Selebihnya ya sama-sama enak hohoho :9

Sunday, February 17, 2013

Hei, Malang! -part 3

Jadi malam itu, kami dijemput oleh panitia PJP yang lain di rumah Ko Yogi. Kalo gak salah, kami jadinya bertujuh orang yang ikut Malang Night Culinary Trip *I named it.
1st destination adalah OEN, restoran sejak tahun 1930 yang masih menjaga kejadulannya. Bangunan, makanan, karyawan, dan suasananya masih berasa Belanda banget :9






Karena datang kemaleman, sayang sekali kami kehabisan main coursenya. Tapi menu old fashioned ice cream masih lengkap semua dan itulah yang kami pesan. Dipadu dengan klapertart (yang sesungguhnya adalah kue khas Manado *atau mungkin Belanda?), yummy!






Well, namanya orang Indonesia ya belum lengkap kalo gak makan nasi. That’s why setelahnya kami langsung ke Warung Subuh yang sejenis foodcourt gitu dan buka di malam hari. Dengan harga 21 ribu, saya memesan seporsi Nasi Campur Empal yang ternyata hadir dalam porsi besar. 

 *sudah setengah dimakan baru inget foto...

Walaupun saya cocok dengan jenis masakan daging-dagingan ala Jawa, kali ini saya harus dibantu Ery (yang anak Jember) untuk menghabiskan pesanan saya.

Kalau tadi ice cream adalah appetizer, Nasi Campur Empal adalah main course, maka dessertnya adalah STMJ :D

STMJ Glinting yang kami kunjungi lumayan rame oleh berbagai manusia. Well, ini pertama kalinya saya memberanikan diri memesan minuman Susu-Telur-Madu-Jahe yang menurut saya adalah minuman kuat para pria macho. Nah, ternyata rasanya enak juga. Apalagi untuk Malang yang dingin, STMJ jadi bikin anget dan romantis :3

To be continued

Saturday, February 16, 2013

Hei, Malang! -part 2

Di hari terakhir PJP (bukan hari terakhir di Malang) diisi dengan games sepanjang pagi, makan siang, pemilihan Sekjen Regio IV yang baru dan penentuan universitas mana yg beruntung menjadi panitia tahun depan (hello Bali, here we go...).

Diawali dg misa pembukaan, ditutup dg misa penutup.


Karena kami (perwakilan Unud dan Unej) masih punya waktu sehari sebelum lepas landas, seorang panitia yang super murah hati, sebut dia Ko Yogi, mempersilakan kami bertiga untuk menginap di rumah keluarganya. Yeeiii :D

Kamar yang saya tempati dg Apolo keren banget bo'! Mengapa keren? Karena di sana ada mikroskop cahaya and its stuffs dan alat USG terbaru milik pribadi Ko Yogi yang padahal sama-sama mahasiswa kedokteran kayak kami. Wow gak? Well, ternyata orangtuanya punya bisnis suplier barang2 gitu lah...

Sore itu, setelah acara minum-minum teh sore dg keluarganya, Ko Yogi mengajak kami menikmati hidangan bakso babi yang tak jauh dari kompleks rumahnya. :9



Bakso babi is one of my favorite meatballs! Terakhir kali mencicipinya juga pas SMU di Makassar dan selama tinggal di Denpasar tak pernah menemukannya lagi.
Harga seporsi bakso-campur-pilih-sendiri ini mungkin sekitar 10 ribu-an. Kami tak tahu pasti soalnya ditraktir yang mengajak, hehehe.

Malam itu setelah taking shower, dengan panitia lainnya kami dipuaskan dengan mengunjungi beberapa tempat kuliner di Malang. Cekidot :9

To be continued

Sunday, February 10, 2013

Hei, Malang! -part1

H-sekian ujian blok, saya dan Apolo memutuskan untuk berangkat ke Malang. Tujuan utamanya adalah mewakili Komedik dalam acara PJPMFKI. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa kedokteran Katolik se-indonesia yang kali ini adalah khusus regio IV (Jawa Timur dan Bali).
Ya, itu tadi tujuan utamanya.
Tujuan sampingannya?
You got it :D

Perjalanan ini dimulai dengan penerbangan Denpasar-Surabaya yang delayed sekitar 1 jam. Nyampe di Juanda udah malem dan udah laper juga. Sembari nunggu travel yg akan mengantar kami ke Malang, kami makan malam di Restaurant Bangkalan di bandara.



Hari sudah berganti waktu kami tiba di rumah salah seorang panitia di Malang. Namanya Lucy, cece yang sangaaat ramah :)

Sekitar jam 12 siang, Ce Lucy mengantar kami ke Rumah Retret yang menjadi tempat acara. Kampus2 yang perwakilannya hadir adalah Universitas Brawijaya (sekaligus panitia), Airlangga, Jember, dan yang paling jauh... Udayana! Yeey...
Walaupun saya dan Apolo adalah minoritas, mereka semua welcome sekali :)

Kegiatan PJP yang berlangsung 3 hari 2 malam itu diawali dg misa pembukaan, dilanjutkan welcome party, games, makan siang, dll. Agenda wajib setiap harinya adalah forkom (forum komunikasi) dimana menjadi semacam ajang curhat antar kampus dan individu gitu lah :)

Arek-arek 2012, FK Brawijaya

DUDU (Dari Untuk Dari Untuk) yang kami rakit bersama. DUDU berisi amplop yang masing2 bertuliskan nama peserta dan panitia. Di akhir kegiatan, setiap anak boleh mengambil amplopnya yang mungkin sudah dijejali banyak pesan dari panitia atau peserta lain :)

Pada hari ke2, kami diberi kesempatan untuk mengunjungi pusat pelayanan medis yang dikelola oleh yayasan Katolik. Kelompok saya kebagian Rumah Sakit Bersalin Siti Miryam. Di RSB ini, kami mewawancarai Kepala RS, staf-staf, juga pasiennya.



To be continued

Friday, February 8, 2013

Lovely Sushi Tei ...

 Really fall in love with this Curry Rice!


 Sushi-sushi muter yang beraneka ragam dan harga..


 

 

Well, makan di Sushi Tei memang paling enak berame-rame. Jadi bisa nyobain aneka sushi sebanyak-banyaknya (juga menu lain) yang mungkin gak akan sanggup kalau kau mesen sendiri (secara harga dan kapasitas perut). :)