Pages

Tuesday, September 24, 2013

Short escape: Padang Bai

Selagi menunggu mood melanjutkan review post sebelumnya, saya mau sharing pengalaman snorkeling dulu di Padang Bai-Bali, yang saya lakukan beberapa waktu lalu dengan dua teman: Cilla dan Lia :D

Perjalanan Denpasar-Padang Bai sekitar sejam dengan motor. Sampai di pelabuhan, kami diserbu dengan agen-agen snorkeling, diving, dkk. Setelah proses tawar menawar yg kurang sungguh-sungguh, akhirnya kami sepakat dengan tarif 300 ribu untuk bertiga: include jukung, guide, peralatan snorkeling, life jacket dan dianter ke dua spot, blue lagoon dan apa-jepun gitu.



Sama Pak X, kami dianter ke spot pertama: jepun-jepun. Udah jauh-jauh berjukung selama sekitar 15 menit, eh ternyata si Pak X cuma bawa satu life jacket. Rrrr. Gak mau nyetor nyawa karena sok jago renang, kami terpaksa balik lagi buat ngambil life jacket..

Dan sedihnya, padahal udah sengaja nih ya beli kamera underwater demi hari-hari kayak gini, gak bisa juga dipake di hari H gara-gara gak punya film (kamera yg 60 ribu itu, yang masih pake film...).
Well, akhirnya kami (atau saya aja) nyesel gak bener-bener niat nyari film kamera itu karena ternyata jepun-jepun kereeenn beuutt dan gak bisa kami abadikan dalam foto :(
Padahal jarang-jarang nemu si finding nemo :(

gak ada foto ikan-ikannya, kanggoin foto kita aja
Trus karangnya itu yaaa... deket bangett. Buat kita yg cupu dan pake pelampung pun bisa banget nginjak karangnya (saya nyoba dikit karena penasaran, tapi sebenarnya itu dilarang). Oh iya, trus kalo kita menempatkan mata di batas antara air dan bukan air (you know what i mean lah)... terumbu, ikan, dan langit bisa kelihatan dalam satu lapang pandang! Cuantik!

Kesimpulannya, snorkeling di jepun-jepun memuaskan deh, kecuali kenyataan kalo ombaknya gede sampe beberapa kali masuk ke kerongkongan. Dan karena alasan itu juga kita menolak untuk snorkeling di spot kedua, blue lagoon.

Yak, itu dia sedikit review tentang pesona Padang Bai. Ditinjau dari variasi dan banyaknya ikan yang nemenin kita renang, Amed kayaknya kalah deh.
See you on another post! ;)

Monday, August 19, 2013

Duet di Singapura #part 3

Hola!
Sekarang saya pengen melanjutkan cerita pengalaman saya di post sebelumnya~
Saking lamanya jarak antar post ini (padahal ceritanya nyambung), rasanya jadi kayak basi gitu ya. Tak apa lah, yang penting semua catatan perjalanan terekam :)

Jadi sore itu, di hari kedua, saya dan Priska main ke Orchard. Semua pasti pada kenal Orchard, tujuan utama untuk buang-buang duit ala Singapura ~


Saya, yang sebelumnya yakin banget gak akan belanja apapun selain oleh-oleh secukupnya, setelah nyampe Orchard, bisa juga merasakan sedikit sesal di hati gara-gara nekat ke negara ini bawa ransel doang. Gimana dong kalo mau ikutan menghambur-hamburkan duit? (astaga, sok banget). Tar belanjaannya taruh di mana dong? Masak bawa tentengan belanjaan di bandara? Alay dongg.
#edisigalau

Yah, pokoknya begitulah. Saya yang biasanya bisa banget menahan diri untuk gak belanja yang gak penting saat traveling, di Orchard malah bergumul dengan diri sendiri disebabkan keterbatasan kapasitas ransel. Huhuhu... T_T



Tapi saudara-saudara, akhirnya saya menang melawan setan-setan dalam diri saya saat itu!
Walaupun semua yang dipajang rasanya pengen dimiliki, tapi mengingat daya muat si biru (ransel yang biasanya juga dipake ke kampus) dan tema perjalanan ini "backpacker" a.k.a jalan-jalan hemat, jadinya saya cuma beli bikini unyu doang. Bikini jelas muat diselip-selipin di ransel dan emang kebutuhan juga kan kalo balik ke Bali? Hohoho! Smart shopper! *muji diri*

Di Lucky Plaza, saya dan Priska juga sempat menukar beberapa dollar dengan cokelat dan gantungan kunci buat oleh-oleh. Rasanya lucky banget kayak nemu harta karun gitu deh. Iya, soalnya harganya murah meriah beutt untuk ukuran Singapur (kayaknya). Setidaknya itu perasaan sebelum main ke Candy Empire keesokan harinya.



salah satu toko di Lucky Plaza
Trus trus, masih di Orchard nih ceritanya..
Di jalan yang penuh manusia bertaburan itu, kami menemukan Uncle Ice Cream yang sering disebut-sebut di blog orang. Es potong yang dijual sama uncle-uncle ini beken deh, antriannya bisa panjang banget gitu di pinggir jalan. Pesanan saya, es krim cokelat dijepit roti tawar, bikin nostalgia sama es yang dulu tiap hari saya beli di kantin pas masih SD. Udah lewat bertahun-tahun yang lalu sih, tapi seingat otak rasanya mirip dan penampilannya juga. Bedanya, Uncle Ice Cream ini harganya $1 (8.000 rupiah), sedangkan di sekolah saya dulu cuma 500 rupiah. 16x lipat. Hahaha

bukan uncle, tapi koko-koko :3
ngantri es koko-koko ~

Kesimpulannya, Orchard emang top buat belanja-belanja atau sekedar cuci-cuci mata. Apalagi kayak saya dan Priska yang dateng pas Singapore Great Sale. Godaannya makin besar! Untung kami bawa ransel! (sekarang disyukuri)



Karena MRT juga gak 24 jam, jam 10-an gitu kami udah balik ke hoStel beken, ABC Premium.
Di deket ABC, ada resto mungil yang jualan chinese food. Ternyata saking adiktifnya Orchard, kita lupa makan malam loh. Rekor!



gak nahan upload foto ini pas lagi kelaperan...

Hari yang menyenangkan ditutup dengan makan malam yang mengenyangkan~ How complete! ^^

Saturday, July 13, 2013

Duet di Singapura #part2

Setelah sekian lama, akhirnya tulisan ini dirilis juga... Maaf ya yang udah nunggu lama.. :)
*sok dicariin penggemar*

Hmm.. sebelumnya.. kenapa judul post saya seperti ini?
Iya, karena ternyata Singapura itu sibuk banget (atau seenggaknya pendapat saya). Tapi kayaknya semua setuju deh (atau seenggaknya orang-orang Indonesia). Mungkin karena kita datang dari negara yang doyan leyeh-leyeh ya (atau seenggaknya Bali) dan melihat orang-orang di jalan yang juga selow-melow aja, makanya berasa Singapura gak nyantai banget. Mungkin.

Sebelum berangkat, saya sempat sangsi kalo katanya naik eskalator di Singapura itu mesti di sebelah kiri buat yang diem aja dan sebelah kanan buat yang sedang dikejar-kejar. Kayak jalan raya aja. Dan ternyata memang, saya sering banget diexcuse me-excuse me karena sering diem di kanan eskalator. Rrr...

Oke, udah cukup contohnya. Lanjut yuk ke cerita hari kedua :3

Pagi itu di Marina Sands Bay lantai 17, dua bocah dekil terbangun dengan perasaan sukacita. Ternyata nginap di MBS bukan sebatas mimpi di fase REM! HOHOHO
Tapi ada satu hal di hotel ini yang menurut saya, ih banget. Masak biaya hotelnya gak termasuk sarapan! Bayangkan, hotel bintang lima loh kayak gini! HoStel aja loh ngasih sepuasnya! *marah besar*. Oh iya, kalo mau nagih breakfast di MBS, monggo sedia puluhan dolar lagi...

see you, MBS
Karena gak mampu nginap di hotel ter-oke di Singapur lebih dari semalam, malam kedua kami turun kasta ke ABC Premium Hostel di Little India. Walaupun labelnya hostel, tempatnya gak ecek-ecek kayak losmen di Indonesia (iyalah) dan para backpacker di seluruh dunia pasti familiar deh sama hostel cozy ini :D

Waktu nyari alamat ABC, kami melewati Tekka Centre yang kuliner india-nya, katanya, die die must try (istilah orang sana). Udah nyampe sini, keroncongan gegara kekejian MBS, cupu dong ya kalo lewat begitu saja. Jadilah kami singgah dan saya memesan nasi briyani dengan daging domba yang superb. Superb banyak dan superb enak. Ih superb pokoknya! Tapi Priska yang gak doyan santan, mesennya chicken rice lagi. Aigooh..

Priska lagi antri chicken rice, makanan yang paling sering dia pesen selama 4 hari :p
mirip ya sama foodcourt kita ~
Mutton Briyani. Karinya superb!

Sekedar info, perjalanan kami selama di Singapura gak selalu mulus. Yang namanya nyasar, muter-muter, habis waktu di jalan, itu pasti ada banget dalam sehari. Satu contoh, ABC yang kami tuju itu memang sih di Little India, tapi bukan dekat stasiun Little India (dan kami malah turun di sana). Setelah nanya-nanya orang, kita disuruh naik bus lagi. Turun dari bus, kita masih jalan kaki sambil tetap nanya-nanya. Semakin lama, ransel pun terasa semakin mengiris bahu. Dan ternyata, ABC itu deket banget sama stasiun Farrer Park. Kau tau, perjalanan yang harusnya bisa sekali naik MRT doang... :(




bersih dan rapi ya, gak kita banget :3
Karena baik hotel maupun hostel di sana baru bisa check in setelah jam 3 sore (tega), kami cuma numpang naruh ransel di ABC dan meneruskan petualangan.

Dan tujuan selanjutnya adalah... jreng jreng jreng... Singapore Botanic Garden!

Ehem, kalo boleh jujur, ehem, di sini kami bete banget...
Soalnya itu siang-siang bolong kan, panasnya sungguh membakar. Ditambah lagi gak ada satupun dari kita yang bawa sunblock, tambah bete deh. Well, saya gak tau sih Singapore Botanic Garden ini se-oke apa karena kayaknya mesti melalui jalan yang panjaang banget ke dalam baru bisa melihat sesuatu. Au ah, keburu bete. Kami pun muter balik dan memutuskan main ke Chinatown.


Gak rekomendit ah. Kecuali yang mau tinggal lama di Sg sih...


Tuhan itu Maha Adil lagi Maha Penyayang. Ia mendengarkan doa hamba-hamba yang bete. Hingga dibawaNyalah kami ke Chinatown yang adalah surga makanan! YEAH!
Pas turun dari MRT (MRT atau bus ya, lupa) kami dihadapkan dengan kawasan yang kaya akan manusia dan JAJANAN. Pemandangan yang sungguh merangsang sekresi saliva berlebih!
Kalau tadi bete, sekarang jadi galau... Mau icip yang mana? :3

Setelah berdiskusi dan mencapai mufakat, kami pun patungan membeli entah-apa-itu, kayak pizza tapi rotinya putih, permukaannya bertabur daging, saus, dll. Pokoknya penuh lemak dan karbohidrat, ukurannya naudzubillah, dan harganya cuma 1,5 dollar! Minumannya malah lebih mahal, cokelat-apa-gitu dengan banyak pearl. Pokoknya semua enak! :9


ini loh maksud sayaa :9
Di Chinatown itu, sambil mengunyah snack sore, kami coba masuk ke mal terdekat. Namanya Chinatown Point. Yang unik di sini, di lantai teratas mal ada perpustakaan. Perpustakaan, loh! Mal dan perpustakaan, bukankah itu kombinasi yang unyu? :3



Perpustakaannya memang nyaman banget, gak heran yang nongkrong di sana juga banyak. Mungkin rasanya kayak baca buku gratis di Gramedia gitu ya, tapi boleh baca selama-lamanya dan bisa sambil leyeh-leyeh di sofa. Saya dan Priska juga masuk pengen baca-baca, tapi semua bukunya ditulis dalam bahasa mandarin. Aih...

Dari Chinatown, kami balik ke ABC Hostel untuk bobok siang. Entah lagi traveling, entah hari kuliah, entah apapun, saya memang selalu bela-belain untuk tidur siang. Biar malemnya berenergi (di malam hari kan banyak hal-hal yang menarik untuk dilakukan, eh?) dan mencegah rasa bete (saya bisa jadi nyebelin banget loh kalo kurang tidur) ~



Rendah hati sekali ya... :3
Loker sepatu ~



Sebenarnya acara jalan-jalan di hari kedua ini belum habis, karena sorenya kami masih ke Orchard. Iya, Orchard. Yang katanya kalo gak ke Orchard bisa dibilang belum ke Singapur..
Tapi berhubung jari jemari udah pegal ngetik, mungkin saya akan membuat Sibuknya Singapura -day2 -part2 aja :3


See you!
Tengkyu yang udah mau baca :D

Friday, June 21, 2013

Duet di Singapura #part1

Hai hai hai~~

Beberapa hari yang lalu, saya dan seorang teman main ke negara tetangga. Sebut dia (negara itu) Singapura. FYI, dengan bangga saya menyampaikan bahwa perjalanan selama 4 hari 3 malam di Singapura ini hanya menghabiskan biaya 3 juta rupiah! (saya pribadi).
Nah, itu udah termasuk apa aja? :))

Ternyata 3 juta itu adalah: tiket pesawat PP, pembuatan paspor (ketahuan yang baru pertama kali ke luar negeri :p), airport tax, hostel 2 malam (yg semalemnya lagi spesial, jadi dieksklusi hoho), transportasi selama di Singapura, makan enak teratur, belanja di Orchard, beli oleh-oleh, dan juga tiket masuk Universal Studio! Hebat gak saya? hohoho~

Mari kita mulai ceritanya~~~
Oh iya, kenalkan dulu, Priska Bachtiar, teman jalan saya kali ini yang saya ciduk di SGD :)

Pukul 4.30 am pada tanggal 14 Juni 2013, Priska dan saya udah standby di kost (kost saya, Priska nginep) dengan ransel di punggung masing-masing. Kemudian kami berdua menuju Bandara Ngurah Rai dengan motor. Niatnya, motor Priska ini akan kami titip di parkiran selama 4 hari. Lumayan ngirit biaya taksi~

Lalu kami masuk ke bagian Penerbangan Internasional. Prosedurnya kayak kalo masuk di tempat domestik, cuma ditambah pengecekan paspor dan airport tax 150 ribu. Selebihnya adem-adem ayem dan alhamdulilah AirAsia-nya juga boarding tepat waktu :))

Untuk tiket pesawat, kami udah booked sebulan sebelumnya, mumpung nemu promo 880 ribu pulang-pergi (masih standar sih sebenarnya). Denpasar-Singapura pun ditempuh selama 2,5 jam hingga akhirnya kami tiba di Changi International Airport. Asik! x)

Antrian imigrasi~
Hal pertama yang kami lakukan setelah melewati imigrasi adalah: Changi Tour!
Kenapa bandara juga harus dijelajahi? Tak lain tak bukan karena Changi ini pernah beberapa kali dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia. Penasaran dong ya sama rupa Changi jadinya~


Di Changi terdapat 3 buah terminal. Kalo kita pengen pindah dari terminal satu ke terminal lain, disediakan transportasi yang disebut SkyTrain. Antar terminal di bandara aja ada transportasinya, niat amat ya Changi ini...
SkyTrain~
Semakin dijelajahi saya semakin meragukan status Changi sebagai sebuah bandara. Penampakannya mal banget. Ada juga tempat bobok gratis, kursi pijat gratis, taman-taman unyu, dsb dsb. Gak semuanya pun bisa dijelajahi karena yang oke-oke terletak di bagian keberangkatan dan kami gak bisa tembus kesana (iyalah).

Di Terminal 2, saya dan Priska masuk ke Heavenly Wang. Di situ saya memesan Laksa khas Singapura dengan harga 4,2 SGD. Laksanya sih saya doyan banget, tapi saat itu jugalah rasa gatal mulai menyerang dan saya pun garuk-garuk gelisah (hai, alergi!).




Tour kami yang dimulai dari Terminal 1, tempat kami mendarat, berakhir di Terminal 3. Dan tujuan selanjutnya adalah... Marina Bay Sands! Kya! HAHAHA

Pasti pembaca terbengong-bengong (kepedean :p) mengapa saya dan Priska, yang jelas jelas adalah dua bocah dekil, bisa-bisanya menginap di hotel termasyur se-Singapura itu. Hmm, sebenarnya itu hanyalah faktor keberuntungan (terutama bagi saya) hihihi~

Oke, lanjut.
Untuk bisa keliling Singapura (dan juga untuk sampai ke Marina), naik MRT adalah salah satu pilihan. Maka kami pun membuat EZ Link yang diperuntukkan bagi mereka yang dalam sehari gak sering-sering pake MRT atau bus (contohnya penduduk sono). Dan ada juga yang namanya STP (Singapore Tourist Pass) yang unlimited dipake dalam sehari tapi harganya lebih mahal. Karena gak berencana banyak pindah-pindah, EZ Link lah yang kami pilih.

Dari Terminal 3 di Changi, kami naik MRT ke Bayfront dan muncul di The Shoppes at Marina Bay Sands :)
The Shoppes at MBS

Niatnya mau check in, kami malah nyasar di mana kaden (bahasa Bali ecek-eceknya keluar). Untunglah bertemu dengan om petugas yang baik hati dan dibimbing ke jalan yang benar, walaupun melewati bukan jalan umum. Eh, si om kayaknya agak sangsi juga deh pas kita bilang mau check in di MBS. HAHAHA.

Di hotel berlantai 57 ini, kami diberi kamar di lantai 17 yang dari balkon langsung menghadap Garden by the Bay. View-nya kalo malam wuih, kayak di planet lain~




foto ini diambil langsung dari balkon loh. keren kan? x)
Sambil nungguin waktu yang tepat buat menikmati salah satu kolam renang terbaik di dunia (asik!), kami menyempatkan waktu buat bobok siang dulu. Nyam nyam~

Sekitar pukul 5 sore, kami naik ke lantai 57 untuk mengunjungi SkyPark dan tentu saja: Infinity Pool yang tersohor itu. Aw!

Pemandangan dari SkyPark
best pool ever dah.

Pas lagi asik-asik berenang, ada salah seorang petugas yang mendatangi saya dan Priska dan menanyakan hal yang aneh banget, "how old are you?". Ih kepo banget ya.
Dia kelihatan heran pas kita bilang kita udah kepala dua. Setelah diselidiki, ternyata tadinya dia berencana memindahkan kita ke kolam khusus anak karena terlihat seperti dua bocah tanpa pengawasan orang tua. Parah! Segitu baby face-nya kah kita? *bangga*

Kata orang, pemandangan dari Infinity Pool ini paling maksimal di malam hari. Iya sih, memang, kayaknya. Tapi kami gak sesabar itu untuk menanti matahari terbenam, terutama karena kulit udah keriput di dalem air, angin juga makin kencang, dan perut pun meraung-raung *bocah banget*.
Dan lagi, Singapore ini entah mengapa lama banget baru gelap. Berasa gak sih? *ask the audience*

Usai mandi dan berdandan (aih!), selanjutnya adalah wisata kuliner! Kami memutuskan untuk naik MRT ke Raffles Place dan makan malam di Lau Pa Sat. 
FYI, Lau Pa Sat adalah salah satu food hawker beken yang menyajikan macam-macam makanan khas Singapura dengan harga terjangkau. Tempatnya rame banget.



Chicken Rice di sini TOP!
Iya, TOP!

Pas nyobain kuahnya Chicken Rice, saya merasa ini kayak ada aroma haramnya deh. Saya sih gak masalah, tapi si Priska kan gak boleh. Trus saya kasih tau si Priska, "Pris, kayaknya ini ada porknya loh.."
Priska lalu nyicipin kuahnya itu dan berkomentar, "ah masa sih? kayaknya bukan deh"
Au ah gelap~ hahahah :p

Setelah perut terisi, kami berdua pun tak kuasa menanggung rasa kantuk dan memutuskan untuk kembali ke hotel. Pas nyampe The Shoppes, timbul niat untuk melihat bay di malam hari. Aah, ternyata Marina Bay di malam hari sungguh kinclong. Eh apa ya istilahnya, pokoknya mengagumkan lah. *anak udik*

Marina, kamu keren banget jadi background foto~



Aah hari pertama yang mengasyikkan. Karena udah larut malam, anak manis harus bobok.
See you di Sibuknya Singapura Hari Kedua! Heheheh :))

Good night :3