Pages

Saturday, December 8, 2012

Jalan sama Tian

Ini cerita kapan ya, hem.. mungkin bulan lalu.

Konon, Tian yang berasal dari Wawondula (suatu tempat di Sulawesi Selatan) ini adalah sepupu jauh saya dari ibu. Dalam rangka seminar (atau mungkin hanya kedok), dia main ke Bali selama kurang lebih seminggu dan di hari terakhir kami go melali go *baca: jalan jalan

Dianter sama Pak Nyoman (om-om sewaan Tian :p), first destination kami adalah Monkey Forest-Ubud. Biasalah, tempat para turis nyocokin muka…





Puas foto-foto dan bertukar pandang dengan makhluk2 berbulu itu, kami menuju Nuri’s demi membuktikan kelezatan iga babi yang beken se-seantero pulau. Namun ironis, Nuri’s meliburkan diri. Kami tertunduk sedih. 

“Gimana kalo ke Bebek Tepi Sawah saja? Di sana juga oke loh” kurang lebih seperti itulah saran yang dikemukakan oleh Pak Nyoman.
Hem, benarkah itu, pak? Let’s go! Kami pun ceria lagi.



Ternyata Bebek Tepi Sawah rame tenan. Pak Nyoman udah dibujuk-bujuk tetep kekeuh gak mau ikut kita makan *selalu begitu. “iya, ntar malem aja…” katanya berkilah.
Gimana kalo kita gak ada makan malam, hayo?

Well, tempat ini memang oke dengan nuansa sawah-sawah gitu dan di balik kasir, ada pula foto gede Pak SBY sedang makan di resto ini. Wah…
Saya memesan seporsi bebek, sedangkan Tian iga babi *biar bisa icip semua ;)


 



Tian: “dahsyat!”
Saya: “hem.. enak”
Yah, pada intinya memang sama sekali gak mengecewakan :)




Karena Tian hendak memenuhi pesanan oleh2 dari handai taulannya, tujuan berikutnya adalah Joger. Walaupun saya sudah lebih dari setahun tinggal di Bali, baru kali itu saya menapakkan kaki di Joger. Maksud hati memotret barang2 lucu di sana, namun apa daya Joger melarang segala bentuk foto2 di dalam tokonya :(

And the last destination is … Jimbaran X)




Candle light di Jimbaran memang top markotop. Makanannya, suasananya, iringan musiknya… aih. Sangat pas menutup acara Jalan Jalan sama Tian
*yah, sama siapapun boleh sih *promosi








0 komentar :