Day 2 - Solo Traveler


Karena berencana untuk pulang ke Denpasar dengan boat pagi, saya bangun pukul 6 dan mulai mengepak barang. Air di penginapan ini agak agak asin (mungkin langsung dari laut) dan showernya kurang nendang, jadilah saya memutuskan untuk sikat gigi dan cuci muka saja. Mandi boleh lah nanti di Denpasar :3

Hampir pukul 8, saya sarapan di Warung Made depan homestay. Menurut sumber dari blog blog orang dan rekomendasi Pak Suandana sendiri, warung ini layaklah buat dikunjungi. Di sana saya memesan ham-egg jafle dan teh anget dari seorang anak SMA yang akhirnya saya tuker2an pin. Hahaha. Nice breakfast :)


 *ham egg jafle + teh sariwangi *sebut merk = 15 ribu






Saya pikir saya perlu sesuatu untuk dikunyah gitu deh buat di jalan entar. Jadi saya pergi ke kios terdekat yang dijaga seorang oma-oma. Well, kondisi air mineral yang dipajang di sana udah pada bulukan (entah kapan tahun pembuatannya) dan nyari teh botol si oma juga enggak punya. Minuman yang tersedia dan masih fresh hanyalah beer botol. Hmm…

Oke. Balik ke homestay dan minta pak Suandana buat nganterin ke boat centre.


 *pelabuhan Desa Jungut Batu



Saya membeli karcis speedboat (yeah, speed!) dengan harga 50 ribu, perjalanan 30 menit. Setelah ber-goodbye-ria dengan Pak Suandana (gak pake cupika-cupiki), saya menenteng sandal jepit dan bergabung dengan penumpang lainnya masuk ke boat.







Fasilitas speedboat lebih berkualitas dari yang slow (iya lah) dan saya sedang menikmati perjalanan yang adem ketika speedboat (atau pak supir?) mulai menampakkan kebolehannya. Entah pengaruh ombak atau memang niat pak supir untuk berakrobat, 10 menit pertama lumayan memacu jantung bekerja ekstra. Kora-kora di lautan, kurang lebih seperti itu. Para penumpang lokal (termasuk saya) histeris-tapi-senang tiap kali speedboat terbang dan melemparkan diri dengan mantap.Yang aneh, bule-bule nyantai2 aja dan memandangi kami dengan tatapan “kenape lo?”

Maka kesimpulannya, orang dengan penyakit jantung tidak disarankan mencoba wahana ini (kecuali dia bule).

Tiba di Sanur, Ozi dengan setia telah menjemput. Aihihi. And one journey ends :)

PS: saya ketinggalan charger BB di homestay :(

You May Also Like

0 komentar