Pages

Friday, September 28, 2012

Waroeng Miyabi, Tuban-Kuta



   



Waroeng Miyabi menyediakan aneka macam asian food. Karena judulnya "miyabi", saya jadi berpikir kalo makanan jepang di sini pasti asik punya (seasik miyabi *uhuk). Well, entah saya yang katrok atau makanannya yang mentah atau saya yang gak bisa makan yang mentah2 atau emang si tukang masak enggak kompeten, semua makanan ini bikin saya dan sepupu kapok berurusan sama miyabi...

Wednesday, September 26, 2012

Kamar Nomor Enam :)




*Hello Monkey :*


*my favorite snack ever, PIA KACANG ITEM! :9


*permen cina buah tangan dari renaldi


*pie raspberry :9

Hepi Birthday, teman2 TBM :D

*dedicated to NIA 647, 644, 650, 655, 677, 682, 666 :D


*TBM JD angkatan 20 dan 21


Semoga cepat besar, 695 :D

Tuesday, September 18, 2012

Warung Bunana, Sanur

 aneka teh tarik, sekitar 10k


*roti egg large, 12k


*plain canai, 6k ya?

Wednesday, September 12, 2012

Obrigado, Renon

*lemon tea, 7k


*smoked beef pancake, 23k


*potato wedges, 15k


*aku, kagak dijual


*lasagna, 25k

Resume liburan ~

Liburan habis semester ini memang lama, satu bulan sepuluh hari. Walaupun sekarang lagi gak ngapa-ngapain, saya tetap menikmati aktivitas doing nothing ini J
Liburan saya diawali dengan pulang ke rumah di Unaaha, Kabupaten Konawe. Saya sadar Konawe itu agak kurang eksis di infotainment, jadi sekedar berita, itu ada di Sulawesi Tenggara. Nah, orang tua dan adik saya yang paling bungsu hidup di sana. Mereka semua gemuk, bahagia, dan sejahtera.
Saya menghabiskan tiga minggu yang tenang, kenyang dan sentosa di Unaaha dengan melahap novel-novel Agatha Christie, bermain bersama kucing-kucing (sekaligus menyaksikan kematian sebagian dari mereka), bermazmur dan memimpin lagu di gereja kecil kami, membuat SIM C, E-KTP, dan blackforest, mendengarkan wejangan-wejangan lope oleh si mamak, nonton TV dan ngemil bareng sama si bapak, mencubit-cubit Butet si Big Bungsu (well, dia kelas tiga SMP dengan bobot 70 kilo), juga temu kangen teman-teman semasa kecil include mantan (saya gak selingkuh kok, GTA, nyantee hehehe ;))
Tanggal 23 kemarin, saya-mamak-bapak-butet terbang ke Makassar demi acara pernikahan si Neny, sepupu satu kali saya. Karena semua keluarga besar dari mamak dateng, jadilah rumah si Neny (yang juga rumah kakak mamak saya) overloaded karena jumlah kami hampir mencapai 50 orang. Mengingat jumlah kamar mandi yang hanya dua bilik dan habisnya ubin untuk membaringkan diri, keluarga saya mengungsi ke Hotel Kamanre, hotel terdekat dan melati.
Acara pernikahannya berjalan sukses dan lagi-lagi saya bermasalah dengan yang disebut salon. Begini ceritanya, saya minta untuk dimake-up natural plus disanggul buat acara pernikahan sepupu saya ini dan yang terjadi kemudian adalah si kapster membuat saya menjadi duplikat Mpok Nori. Tidak bermaksud menjelek-jelekkan Mpok Nori (atau bermaksud?) tapi pokoknya saya stres setengah mati sampai orang-orang mulai menghibur saya dan mengatakan itu gak buruk koook. Well, lumayan juga sih pikir saya setelah si make-up memudar dan sanggul saya tarik-tarik agar tampilannya agak masuk akal.
Sebelum balik ke Bali, saya menyempatkan diri melali sama teman-teman SMA: karaoke dan nge-pizza. Ah, kangennya sama bocah-bocah Tionghoa itu (ups, rasis.. :p). Seperti halnya kalau anak-anak muda udah pada ngumpul, kami menjadi pengunjung paling rese di Pizza Hut. Karena kami berdelapan, agar lebih ekonomis pemesanan dibagi dalam dua kelompok. Beda dengan kelompok sebelah yang makan dengan anggun dan perlahan-lahan, di kelompok saya semua pesanan diperebutkan, diukur-ukur dan ditimbang-timbang. Meskipun memalukan, seninya dapet :D
Dua hari lalu akhirnya saya tiba di Serma Gede 5, Denpasar dan disambut dengan debu yang menumpuk di sekujur ruangan. Untunglah bala bantuan segera datang dari si lovely monkey yang rela bersama-sama memerangi polusi di bilikku ini :*
Malemnya, saya diajak main ke rumahnya yang saya iyakan dengan secercah galau di hati (walaupun bukan yang pertama kali, rada-rada panik gak sih ketemu calon mertua?). Berbekal bakpao dan siomay babi (oleh-oleh dari Makassar) saya main ke rumahnya. Di sana saya diajak makan aneka Balinese pork cuisine juga *asikkk! dan pulangnya kembali menenteng oleh-oleh dari calon ibu mertua. Hihihi.
Nah, kemarin salah satu goal saya akhirnya terwujud juga. Jreng jreng jrenggg… pocket camera!!!
Ditemani partner kuliner saya, Lia-chan, kami memboyong pulang Canon PowerShot A2300 dari RTC yang saya beli dengan *anggaplah, tabungan sendiri. Tadinya pengen Ixus 220 tapi katanya udah gak diproduksi, sedangkan Ixus 230 duitnya gak cukup. Maka jatuhlah pilihan pada PowerShot A2300 dengan spesifikasi 16 MP, 5X zoom, LCD 2,7” de el el yang saya gak ngerti dengan harga 1,150 juta. Dengan kualitas foto yang sama sekali gak mengecewakan, transaksi ini sangaaat menguntungkan :D
Then, saya dan Lia memanjakan lidah dengan pancake dan lasagna di Obrigado, Renon sambil mengetes kemampuannya si Conan (perkenalkan, itu nama kamera saya J).
Saat artikel ini ditulis, saya sedang dalam kondisi perut kosong dan gak tau akan makan siang di mana. Well, hari ini adalah Manis Galungan dan warung-warung makan andalan saya yang sekitaran kosan masih ditinggal sama yang empunya akibat pulang kampung. Well, haruskah saya tidur saja, pura-pura gak laper dan makan siang sekaligus malem di Sanur Festival sore nanti? Ataukah saya harus nekat berkeliaran di bawah terik matahari untuk mencari sesuap nasi?
*ditulis pada tanggal 30 Agustus 2012, tapi baru sempat dipost*