Pages

Saturday, April 7, 2012

NYEPI DKK

H-1 nyepi di Bali, ada perayaan ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh itu kayak patung atau boneka atau apalah yang gede-gedeyang melambangkan sesuatu yang biasanya dibuat oleh setiap banjar dan diarak keliling kota. Menarik sekali melihat kreativitas orang-orang Bali dalam ogoh-ogoh. Ceritanya, ogoh-ogoh itu akan menyerap kekuatan-kekuatan jahat dan akhirnya akan dibakar di pantai. Kalau gak salah seperti itu. Aku dan teman-teman menonton parade ogoh-ogoh di lapangan puputan :)


Pulang dari nonton ogoh-ogoh, langsung cus ke rumah Lia buat ngerayain Nyepi di sana. Aku, Febi Tonang, dan Lia. Totalnya tiga anak di rumah itu. Nyepi di pagi hari sih biasa saja, karena masih terang dan rumahnya agak kedap suara. Namun ketika malam tiba, semua jadi ribet karena terbatas oleh tidak adanya cahaya. Kami naik ke balkon lantai empat rumah dan sejauh mata memandang, gelap. Paling hanya kelihatan satu dua lampu yang masih menyala dari rumah orang-orang yang biasanya akan segera ditegur oleh pecalang. Layar hapeku saja bisa sampai mencar kemana-mana. Karena gak tau mesti ngapain lagi, kami tidur lebih awal.

Besoknya, ada perayaan Med-medan di Jalan Sesetan. Med-medan itu tradisi cipok-cipokan. Hahaha. Jadi ada dua kubu, kubu cewek sama kubu cowok. Masing-masing kubu isinya pemuda-pemudi dari desa sesetan itu. Pas mereka dilepas, cipok-cipokan deh. Adapun kenapa bisa sampai ada tradisi semenarik itu, aku gak begitu paham. Tapi acaranya seru dan semua penonton disiram pake air selang atau air ember sama panitia sampe basah semua. Saling dorong antar penonton yang antusias juga kadang membuatku ngeri, bagaimana kalau kami yang di omed-in?!

0 komentar :